Thursday, October 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Katarak Tak Hanya Dialami Lansia, Kenali 6 Faktor Pemicunya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 July 2026
in Lifestyle & Health
Katarak Tak Hanya Dialami Lansia, Kenali 6 Faktor Pemicunya

Metapos.id, Jakarta – Banyak orang menganggap katarak hanya dialami oleh lansia. Padahal, gangguan pada lensa mata ini juga dapat menyerang usia produktif hingga anak-anak.

Dalam istilah medis, kondisi tersebut dikenal sebagai katarak juvenil. Meski kasusnya tidak sebanyak katarak pada kelompok lanjut usia, penyakit ini tetap perlu mendapat perhatian karena berpotensi menurunkan kualitas penglihatan.

BACA JUGA

Sering Overthinking? Coba Ubah Pertanyaan Menjadi Pernyataan

Riset Sunscreen ParagonCorp Masuk 10 Besar Dunia

Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami katarak di usia muda, di antaranya:

1. Diabetes yang tidak terkontrol

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi lensa mata. Penumpukan gula menyebabkan struktur protein lensa rusak sehingga lensa menjadi keruh lebih cepat. Karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih besar mengalami katarak lebih awal.

2. Cedera pada mata

Benturan, pukulan, maupun luka akibat benda tajam dapat merusak bagian lensa mata. Katarak akibat trauma bisa muncul sesaat setelah cedera atau berkembang dalam jangka waktu tertentu.

3. Penggunaan obat kortikosteroid dalam waktu lama

Pemakaian obat kortikosteroid, baik dalam bentuk tablet, tetes mata, maupun inhaler, yang dilakukan terus-menerus tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan risiko katarak. Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid secara sembarangan juga berpotensi memicu glaukoma.

4. Mata minus tinggi (miopia)

Seseorang yang memiliki rabun jauh dengan derajat tinggi lebih berisiko mengalami katarak pada usia lebih muda. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan agar perubahan pada lensa dapat diketahui sejak dini.

5. Paparan sinar ultraviolet (UV)

Paparan sinar matahari secara berlebihan tanpa pelindung mata dapat mempercepat kerusakan protein pada lensa. Menggunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan mata.

6. Faktor bawaan sejak lahir

Katarak juga bisa dialami bayi sejak lahir atau disebut katarak kongenital. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi yang dialami ibu selama kehamilan, seperti rubella maupun toksoplasmosis.

Adapun gejala katarak pada usia muda meliputi penglihatan buram seperti berkabut, mata lebih sensitif terhadap cahaya, hingga ukuran kacamata yang sering berubah. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Saat ini, penanganan katarak umumnya dilakukan melalui operasi dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa buatan. Pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, agar gangguan dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Tags: diabetesKatarakKatarak JuvenilKesehatan MataKortikosteroidMata MinusMetapos.idOperasi katarakSinar UV
Previous Post

Bank Mandiri Taspen Buka Suara soal Aksi Nasabah di Purwokerto

Next Post

Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara

Related Posts

Sering Overthinking? Coba Ubah Pertanyaan Menjadi Pernyataan
Lifestyle & Health

Sering Overthinking? Coba Ubah Pertanyaan Menjadi Pernyataan

8 October 2026
Riset sunscreen adaptif ParagonCorp masuk 10 besar riset terapan di IFSCC Congress 2026, Perth, Australia, bersama tiga penelitian lainnya.
Lifestyle & Health

Riset Sunscreen ParagonCorp Masuk 10 Besar Dunia

8 October 2026
Ternyata, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas
Lifestyle & Health

Ternyata, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas

8 October 2026
Go Woori Eks Rainbow Resmi Jadi Ibu, Sambut Anak Pertama
Lifestyle & Health

Go Woori Eks Rainbow Resmi Jadi Ibu, Sambut Anak Pertama

7 October 2026
Sinopsis Reawakened Man, Pemuda yang Tak Bisa Mati Permanen
Lifestyle & Health

Sinopsis Reawakened Man, Pemuda yang Tak Bisa Mati Permanen

7 October 2026
Risiko penyakit kritis dapat datang tanpa peringatan. Simak langkah menjaga kesehatan, menyiapkan biaya, dan memahami perlindungan asuransi.
Lifestyle & Health

Risiko Penyakit Kritis, Sudah Siapkah Finansial?

7 October 2026
Next Post
Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara

Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini