Metapos.id, Jakarta — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengingatkan adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat berdampak pada sekitar 55 ribu buruh di Bekasi.
Andi Gani menilai kondisi tersebut dipicu oleh kenaikan harga gas industri yang mulai menekan biaya operasional perusahaan.
Ia menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Rakernas KSPI 2026 di Jakarta. Dalam agenda tersebut, Andi Gani juga menyampaikan kondisi terkini sektor industri kepada Wakil Ketua DPR RI.
Selain itu, ia menyebut sejumlah perusahaan di sektor keramik mulai menghadapi tekanan produksi. Beberapa perusahaan bahkan disebut telah menghentikan kegiatan operasional.
Karena itu, Andi Gani memperkirakan risiko PHK dapat meningkat apabila belum ada kepastian mengenai kebijakan harga gas.
Sementara itu, ia mengatakan telah membawa persoalan tersebut ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya, pemerintah sebelumnya berencana mengambil keputusan terkait harga gas dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Andi Gani meminta dukungan DPR untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Ia menilai dampak kenaikan harga gas berpotensi meluas ke berbagai sektor industri.
Selain itu, ia menegaskan bahwa industri yang bergantung pada pasokan gas juga dapat menghadapi tantangan serupa apabila kondisi terus berlangsung.
Meski demikian, Andi Gani berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah agar kegiatan industri tetap berjalan dan kesempatan kerja tetap terjaga.







