Metapos.id, Jakarta – Starbucks Korea Selatan memutuskan menutup sementara seluruh gerainya setelah terseret kontroversi kampanye promosi yang memicu kemarahan publik. Penutupan massal tersebut mencakup lebih dari 2.000 gerai dan dilakukan sebagai bagian dari pelatihan sensitivitas sejarah bagi seluruh karyawan.
Kontroversi bermula dari promosi bertajuk “Tank Day” yang diluncurkan pada 18 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Tragedi Gwangju 1980 sehingga dianggap tidak sensitif terhadap salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Korea Selatan.
Tak hanya nama promosi, materi kampanye juga memuat slogan yang dinilai mengingatkan publik pada tragedi penyiksaan aktivis mahasiswa Park Jong-chul pada 1987. Kombinasi tersebut memicu gelombang kritik dan seruan boikot terhadap Starbucks Korea.
Sebagai respons, Starbucks Korea segera menarik seluruh materi promosi dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Perusahaan juga mengganti pimpinan yang bertanggung jawab atas kampanye tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Seluruh karyawan diwajibkan mengikuti pelatihan mengenai sejarah modern Korea Selatan dan sensitivitas sosial selama penutupan gerai berlangsung. Ketua Shinsegae Group beserta jajaran eksekutif juga dijadwalkan mengikuti pelatihan serupa beberapa hari kemudian.
Dampak kontroversi tersebut turut memengaruhi kinerja bisnis perusahaan. Laporan menyebut transaksi Starbucks Korea sempat turun sekitar 26% setelah kampanye menuai kecaman, meski perlahan mulai menunjukkan pemulihan pada awal Juni.
Kasus ini juga menarik perhatian kantor pusat Starbucks di Amerika Serikat. Perusahaan mengirimkan surat permintaan maaf kepada yayasan korban Tragedi Gwangju sebagai bagian dari upaya memulihkan kepercayaan publik.
Insiden tersebut menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya memahami konteks sejarah dan budaya dalam strategi pemasaran. Kesalahan kecil dalam kampanye promosi dapat berkembang menjadi krisis reputasi yang berdampak besar terhadap operasional dan citra sebuah perusahaan global.







