Tuesday, November 3, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
19 June 2026
in Ekbis
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah memastikan harga Pertamax belum akan mengalami penurunan meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda. Keputusan tersebut diambil karena pemerintah masih menunggu dampak pembukaan kembali Selat Hormuz terhadap stabilitas harga minyak dunia.  

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz belum langsung memengaruhi harga bahan bakar minyak di dalam negeri. Menurutnya, diperlukan waktu hingga kondisi pasar minyak global benar-benar kembali stabil.  

BACA JUGA

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

Pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan energi nasional tetap aman karena Indonesia telah memiliki kontrak impor minyak jangka panjang dengan sejumlah negara. Kebijakan tersebut tetap dijalankan meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka.  

Selain mempertahankan kontrak yang sudah berjalan, pemerintah terus melakukan diversifikasi sumber impor minyak. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada kawasan yang berpotensi mengalami konflik geopolitik.  

Bahlil menyebut pemerintah tetap membuka peluang membeli minyak dari Timur Tengah apabila nantinya harga yang ditawarkan lebih kompetitif. Namun, keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi pasar dan kepentingan pasokan energi nasional.  

Sementara itu, Kementerian ESDM memastikan proses impor minyak mentah dari Rusia tetap berjalan sesuai arahan pemerintah. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat cadangan energi nasional di tengah dinamika pasar global.  

Pemerintah menilai pergerakan harga minyak dunia masih sangat dinamis sehingga penyesuaian harga BBM nonsubsidi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Stabilitas harga global menjadi faktor utama sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap harga Pertamax.  

Dengan demikian, masyarakat diminta tidak berharap harga Pertamax langsung turun setelah konflik AS-Iran mereda. Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar energi internasional sebelum mengambil keputusan mengenai penyesuaian harga BBM nonsubsidi.  

Tags: Bahlil LahadaliaESDMHarga PertamaxHeadlineMetapos.idMinyak duniaPertamaxSelat Hormuz
Previous Post

RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030

Next Post

Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Penjualan Tiket Mulai Dibuka

Related Posts

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia
Ekbis

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

2 November 2026
Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind
Ekbis

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

2 November 2026
Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor
Ekbis

Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor

2 November 2026
WeTV Investasi Konten Lokal, Libatkan 10 Ribu Talenta Kreatif
Ekbis

WeTV Investasi Konten Lokal, Libatkan 10 Ribu Talenta Kreatif

2 November 2026
Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia
Ekbis

Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia

1 November 2026
Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
Next Post
Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Penjualan Tiket Mulai Dibuka

Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Penjualan Tiket Mulai Dibuka

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini