Metapos.id, Jakarta – Samsung Electronics resmi mengumumkan penghentian penjualan televisi dan produk home appliances di Tiongkok. Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya dominasi merek elektronik lokal China di pasar konsumen domestik.
Melansir Gizmochina, Samsung menyebut perubahan kondisi pasar yang sangat cepat menjadi alasan utama kebijakan tersebut. Informasi penghentian penjualan itu juga telah ditampilkan melalui situs resmi Samsung China.
Meski menghentikan penjualan sejumlah produk elektronik rumah tangga, Samsung memastikan layanan purnajual tetap berjalan normal. Dukungan pelanggan juga disebut tetap tersedia bagi pengguna produk Samsung yang sudah ada di Tiongkok.
Produk yang dihentikan penjualannya mencakup televisi, monitor, kulkas, mesin cuci, pengering, AC, penyedot debu, hingga pembersih udara. Kebijakan tersebut menandai mundurnya Samsung dari pasar home appliances di negeri tirai bambu.
Sementara itu, produk ponsel pintar Samsung masih akan tetap dijual di Tiongkok. Namun, bisnis smartphone perusahaan asal Korea Selatan itu juga menghadapi tekanan besar dari merek lokal dan Apple Inc..
Samsung diketahui pernah menguasai hampir 20 persen pasar smartphone China pada awal 2010-an. Akan tetapi, pangsa pasarnya kini dilaporkan turun hingga di bawah 1 persen.
Perusahaan elektronik lokal China dinilai berhasil berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Selain menawarkan harga kompetitif, merek domestik juga menghadirkan inovasi produk yang lebih cepat dan mampu membangun loyalitas konsumen dalam negeri.
Meski meninggalkan pasar home appliances China, Samsung tetap melanjutkan operasional manufakturnya di negara tersebut. Beberapa perangkat masih diproduksi di Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Di sisi lain, Samsung kini semakin fokus mengembangkan bisnis semikonduktor dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Divisi chip dan memori berkinerja tinggi disebut menjadi salah satu motor pertumbuhan utama perusahaan.
Pada kuartal pertama 2026, Samsung melaporkan pendapatan sebesar 133,87 triliun won Korea dengan laba operasi mencapai 57,23 triliun won Korea. Divisi semikonduktor bahkan menyumbang sekitar 61 persen dari total pendapatan perusahaan, didorong meningkatnya permintaan teknologi AI global.






