Thursday, May 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

DPR Soroti Profesionalisme dan Pengawasan Homeless Media

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 May 2026
in Nasional
DPR Soroti Profesionalisme dan Pengawasan Homeless Media

Metapos.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mengapresiasi langkah pemerintah yang merangkul homeless media atau new media agar lebih profesional. Namun, ia mengingatkan pengawasan tetap diperlukan agar tidak muncul konflik kepentingan.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi langkah Badan Komunikasi Pemerintah yang menggandeng New Media Forum sebagai mitra baru pemerintah. Menurut Amelia, upaya edukasi terhadap media baru patut diapresiasi.

BACA JUGA

Hujan Meteor Eta Lyrids Kembali Muncul Mei 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Pramono Akui Kecewa

“Ketika pemerintah mencoba merangkul dan mengedukasi mereka untuk bertransformasi menjadi lebih profesional sebagai bagian dari new media, tentu itu patut diapresiasi,” ujar Amelia dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Meski demikian, ia menegaskan pengawasan tetap harus berjalan. Amelia menilai jangan sampai muncul standar ganda atau pihak tertentu yang lepas dari tanggung jawab publik.

Menurutnya, fenomena homeless media mirip dengan perkembangan jurnalisme warga beberapa tahun lalu. Namun saat ini, pengaruh homeless media dinilai semakin besar terhadap pembentukan opini publik.

“Saya melihat homeless media ini memang berada di wilayah yang agak abu-abu. Mereka punya pengaruh besar terhadap opini publik,” katanya.

Amelia menilai banyak media digital belum memiliki struktur redaksi, mekanisme verifikasi, maupun standar etik jurnalistik yang jelas. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan dalam akuntabilitas publik.

Ia juga menyebut perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat bergerak lebih cepat dibanding regulasi yang ada. Karena itu, DPR berupaya menyesuaikan aturan agar tetap relevan tanpa mematikan kebebasan berekspresi.

Tags: Amelia AnggrainiBadan Komunikasi PemerintahDPR RIHeadlinehomeless mediaMetapos.idnew media
Previous Post

Kasus Jalan Mempawah Belum Tuntas, Sorotan ke Ria Norsan Menguat

Next Post

Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Pramono Akui Kecewa

Related Posts

Hujan Meteor Eta Lyrids Kembali Muncul Mei 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya
Nasional

Hujan Meteor Eta Lyrids Kembali Muncul Mei 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

7 May 2026
Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Pramono Akui Kecewa
Nasional

Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Pramono Akui Kecewa

7 May 2026
KPK Periksa Pimpinan Cabang Bank BJB Terkait Dugaan Korupsi Iklan
Nasional

Kasus Jalan Mempawah Belum Tuntas, Sorotan ke Ria Norsan Menguat

7 May 2026
Indonesia Dorong Penggunaan CNG untuk Kurangi Impor LPG
Nasional

Indonesia Dorong Penggunaan CNG untuk Kurangi Impor LPG

7 May 2026
Program MBG Masuk Kampus Tuai Kritik, Perguruan Tinggi Minta Fokus Pendidikan
Nasional

Program MBG Masuk Kampus Tuai Kritik, Perguruan Tinggi Minta Fokus Pendidikan

7 May 2026
Prabowo Hadiri KTT ASEAN 2026 di Filipina, Bahas Kerja Sama Kawasan
Nasional

Prabowo Hadiri KTT ASEAN 2026 di Filipina, Bahas Kerja Sama Kawasan

7 May 2026
Next Post
Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Pramono Akui Kecewa

Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Pramono Akui Kecewa

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini