Sunday, September 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Terungkap! Gangguan Taksi Green SM Jadi Awal Tragedi Kereta Bekasi Timur

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
28 April 2026
in Nasional
Terungkap! Gangguan Taksi Green SM Jadi Awal Tragedi Kereta Bekasi Timur

Metapos.id, Jakarta – Polisi membeberkan dugaan awal penyebab kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa itu diduga berawal dari taksi listrik Green SM yang mengalami kendala teknis.

Menurut polisi, mobil tersebut melintas di perlintasan Ampera. Namun, kendaraan tiba-tiba berhenti di tengah rel akibat gangguan kelistrikan.

BACA JUGA

Sebelum Hilang Kontak, Komdigi Deteksi 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sebesi

Pemprov DKI Anggarkan Rp600 Miliar untuk Bangun LRT Manggarai-Dukuh Atas

Beberapa saat kemudian, kereta yang melintas menghantam kendaraan itu. Meski demikian, benturan pertama hanya menimbulkan kerusakan pada mobil.

Sesudah itu, proses penanganan dan evakuasi menghambat perjalanan kereta lain. Sejumlah layanan KRL Commuter Line juga sempat tertunda.

Di sisi lain, polisi menduga ada hambatan komunikasi di lapangan. Karena itu, informasi terkait kondisi jalur tidak tersampaikan secara utuh.

KA Argo Bromo Anggrek lalu melaju dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per jam. Namun, masinis diduga belum menerima laporan lengkap mengenai situasi di depan.

Akibatnya, benturan antara kereta jarak jauh dan KRL tidak dapat dicegah. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus itu. Tim penyidik memakai metode Traffic Accident Analysis atau TAA.

Metode tersebut digunakan untuk menyusun rangkaian kejadian secara rinci. Selain itu, polisi ingin memastikan siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

Polisi juga menegaskan lokasi itu bukan perlintasan resmi. Palang pintu di area tersebut disebut merupakan swadaya warga sekitar.

Tags: dugaankecelakaan keretaMetapos.idPolisitaksi listrik Green SM
Previous Post

Gempa Kecil Goyang Keerom Papua, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Next Post

1.720 SPPG Disetop Sementara pada 2026, Tetap Terima Insentif Rp6 Juta per Hari

Related Posts

Sebelum Hilang Kontak, Komdigi Deteksi 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sebesi
Nasional

Sebelum Hilang Kontak, Komdigi Deteksi 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sebesi

12 September 2026
LRT Jakarta mulai uji coba operasional dan layanan rute Kelapa Gading–Manggarai pada hari Kamis 10 September 2026. (Dok: X/lrtjkt)
Nasional

Pemprov DKI Anggarkan Rp600 Miliar untuk Bangun LRT Manggarai-Dukuh Atas

12 September 2026
Tiga ASN Tewas Diserang KKB, DPR Minta Pengusutan Tuntas
Nasional

Tiga ASN Tewas Diserang KKB, DPR Minta Pengusutan Tuntas

12 September 2026
Komisi II Nilai Perpanjangan Jabatan Kades Ancam Demokrasi
Nasional

Komisi II Nilai Perpanjangan Jabatan Kades Ancam Demokrasi

12 September 2026
program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Nasional

Guru Besar UGM: MBG Investasi SDM

12 September 2026
BGN Siapkan Efisiensi Program MBG, Anggaran 2026 Berpotensi Dipangkas Rp39 Triliun
Nasional

Pengawasan MBG Dinilai Perlu Diperkuat Menyeluruh

12 September 2026
Next Post
1.720 SPPG Disetop Sementara pada 2026, Tetap Terima Insentif Rp6 Juta per Hari

1.720 SPPG Disetop Sementara pada 2026, Tetap Terima Insentif Rp6 Juta per Hari

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini