Metapos.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian kunjungan luar negerinya dengan bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis. Dalam kesempatan itu, kedua kepala negara membahas berbagai peluang kerja sama strategis di sejumlah sektor penting.
Di bidang pertahanan, pembahasan difokuskan pada pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) serta pengembangan industri pertahanan.
Selain itu, kerja sama di sektor energi turut menjadi perhatian, khususnya dalam upaya mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan.
Keduanya juga menyinggung pengembangan infrastruktur dan transportasi, serta membuka peluang kolaborasi di sektor pendidikan dan ekonomi kreatif. Pemerintah Indonesia memandang Prancis sebagai mitra strategis di kawasan Eropa, sehingga kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan terus didorong.
Pertemuan berlangsung di Istana Élysée pada Selasa (14/4) waktu setempat. Presiden Macron menyambut Presiden Prabowo dengan upacara kenegaraan yang khidmat.
Pasukan kehormatan Prancis memberikan penghormatan militer dalam prosesi penyambutan tersebut. Usai prosesi, kedua pemimpin tampak berjabat tangan dan berbincang singkat.
Selanjutnya, Presiden Prabowo dan Presiden Macron menggelar pertemuan tertutup di ruang Les Salon des Portraits, yang menjadi inti dari pembahasan strategis kedua negara.
Sebagai penutup rangkaian agenda, keduanya menghadiri jamuan makan siang resmi. Momen ini tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat diplomasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Prancis.







