Saturday, August 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Media Iran Laporkan Baku Tembak AS dan Iran di Selat Hormuz

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
28 May 2026
in Internasional
Crystal Palace Taklukkan Rayo Vallecano di Final Conference League

Metapos.id, Jakarta – Media Iran melaporkan terjadinya insiden baku tembak antara pasukan Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Informasi tersebut pertama kali disampaikan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency pada Kamis waktu setempat.

Dalam laporannya, Tasnim menyebut angkatan laut Garda Revolusi Iran melepaskan tembakan ke arah kapal tanker milik Amerika Serikat. Kapal tersebut disebut melintasi Selat Hormuz dengan mematikan sistem radar.

BACA JUGA

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

Menurut sumber militer yang dikutip Tasnim, tindakan kapal tanker AS dianggap mencurigakan oleh pihak Iran. Kondisi itu memicu respons cepat dari pasukan Iran yang berada di wilayah perairan strategis tersebut.

Setelah penembakan terjadi, Amerika Serikat dilaporkan membalas dengan tembakan ke area sekitar Bandar Abbas. Media Iran menyebut tembakan balasan diarahkan ke wilayah yang disebut hangus di sekitar kawasan tersebut.

Tasnim juga menjelaskan suara ledakan yang terdengar di sekitar lokasi berkaitan dengan insiden tersebut. Meski begitu, pihak Iran menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan properti akibat kejadian itu.

Laporan mengenai insiden tersebut turut dikutip media internasional Al Jazeera. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait kabar baku tembak tersebut.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia. Kawasan tersebut selama ini kerap menjadi titik ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah kini terus menjadi perhatian dunia internasional. Ketegangan di Selat Hormuz dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan jalur distribusi energi global.

Tags: Al JazeeraAmerika SerikatBandar AbbasHeadlineIrankapal tanker ASMetapos.idSelat HormuzTasnim
Previous Post

Rekomendasi Drama Korea Terbaru Juni 2026

Next Post

Idul Adha 2026, BNI Distribusikan Ribuan Hewan Kurban

Related Posts

Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO
Internasional

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

28 August 2026
Pangeran Harry
Internasional

Harry dan Meghan Kembali ke Inggris

28 August 2026
Alternative for Germany (AfD)
Internasional

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

27 August 2026
Mojtaba Khamenei
Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 August 2026
Iran mengancam menghentikan ekspor minyak melalui Teluk jika negara-negara kawasan ikut mendukung sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat.
Internasional

Iran Ancam Hentikan Ekspor Minyak di Teluk

26 August 2026
Next Post
Idul Adha 2026, BNI Distribusikan Ribuan Hewan Kurban

Idul Adha 2026, BNI Distribusikan Ribuan Hewan Kurban

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini