Metapos.id, Jakarta – Iran mengancam menghentikan seluruh ekspor minyak melalui kawasan Teluk jika negara-negara di wilayah tersebut ikut mendukung sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat terhadap Teheran.
Ancaman itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Washington terhadap Iran.
“Jika mereka memulai tindakan semacam itu, kami tidak akan membiarkan satu tetes minyak pun melintasi Teluk,” tegas Rezaei, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (26/08/2026).
“Minyak tidak akan bisa keluar melalui Selat Hormuz ataupun Teluk Persia,” ucapnya.
Rezaei juga memperingatkan bahwa jalur alternatif pengangkutan minyak di luar kawasan Teluk dapat menjadi sasaran jika ketegangan terus meningkat.
Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi distribusi minyak dan gas global.
Ketegangan antara Iran dan AS telah berlangsung selama beberapa bulan dan turut berdampak terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Washington kini meningkatkan tekanan ekonomi setelah konflik militer selama enam bulan menghadapi kebuntuan dan perundingan perdamaian terhenti.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyatakan akan menerapkan sanksi paling berat terhadap Iran dan berupaya menekan perekonomian negara tersebut.
Pada Senin (24/08/2026), Bessent memaparkan strategi yang disebut bertujuan memutus berbagai sumber pendapatan yang menopang pemerintahan Iran.
Departemen Keuangan AS juga memperluas sanksi sekunder dengan menyasar sektor aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran Iran.
Washington turut menjatuhkan sanksi terhadap 60 individu, perusahaan, dan kapal yang dituding membantu Iran memperoleh pendapatan dari minyak, pengadaan senjata, serta operasi siber.






