Metapos.id, Jakarta – Pemerintah terus mencermati lonjakan harga sejumlah komoditas global yang dipicu konflik di Timur Tengah, Komoditas yang terdampak meliputi BBM, bahan baku plastik, hingga avtur.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pemantauan dilakukan secara intensif setiap hari. Menurutnya, dinamika geopolitik global saat ini memberi tekanan besar pada perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia.
Untuk itu pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian. Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kemenko Perekonomian turut dilibatkan dalam pembahasan.
Langkah ini dilakukan guna merumuskan solusi yang tepat. Pemerintah berupaya menekan dampak kenaikan harga agar tidak memberatkan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah berharap situasi di Timur Tengah segera membaik. Stabilitas kawasan dinilai penting untuk mengembalikan harga komoditas global.
Namun demikian, pemerintah masih mengkaji berbagai opsi strategis. Pasalnya, perubahan sumber pasokan energi tidak dapat dilakukan secara instan.
Prasetyo menjelaskan bahwa kerja sama dengan pemasok baru memerlukan proses. Pemerintah juga harus mempertimbangkan rekam jejak serta tingkat kepercayaan mitra.
Karena itu, pemerintah terus menjajaki berbagai skema untuk menjaga ketersediaan energi, Upaya ini penting untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.
Sementara itu, pemerintah berupaya meredam dampak kenaikan harga avtur. Salah satu langkah yang diambil adalah pemberian subsidi pada tiket pesawat.
Melalui kebijakan tersebut, kenaikan harga tiket dijaga dalam kisaran 9 hingga 13 persen, Pemerintah ingin memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Selain itu pemerintah juga berusaha menjaga keseimbangan antara harga global dan daya beli, Dengan begitu dampak ekonomi yang lebih luas dapat ditekan.














