Saturday, May 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 April 2026
in Nasional
Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit

Metapos.id, Jakarta — Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkap penyebab keracunan massal siswa SD di Duren Sawit. Kasus ini melibatkan 72 siswa.

Ia menyebut proses pembuatan makanan menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, makanan diduga tidak dalam kondisi segar saat dikonsumsi.

BACA JUGA

Prof Cecep Darmawan: MBG Program Bagus Jika Dikelola Transparan

Sumatera Kembali Gelap, Warga Pertanyakan Keandalan Layanan Listrik

Paulus mengatakan tim sudah meninjau langsung ke lokasi. Dari hasil pengecekan, proses memasak berlangsung terlalu lama.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Insiden terjadi setelah siswa mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Selain itu, pihaknya langsung menghentikan operasional dapur terkait.

Namun, penghentian ini bersifat sementara tanpa batas waktu. BGN menilai kondisi dapur belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut makanan berasal dari satu dapur SPPG. Lokasinya berada di Pondok Kelapa.

Menu yang disajikan meliputi spageti bolognese dan olahan telur. Selain itu, ada bola daging, sayuran, serta buah stroberi.

Setelah makan, siswa mengalami gejala keracunan. Mereka mengeluhkan mual, muntah, diare, demam, dan nyeri perut.

Sementara itu, dugaan awal mengarah pada kualitas makanan. Makanan kemungkinan tidak lagi segar saat disajikan.

Ke depan pemerintah akan memperketat pengawasan program MBG. Dengan begitu, kejadian serupa diharapkan tidak terulang.

Tags: Benjamin Paulus OctavianusBGNKeracunanMBGmengungkapMetapos.idSiswa sdterlalu lama.Wamenkes
Previous Post

Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat dan Kini Hampir Semua Pulang

Next Post

Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

Related Posts

Setahun Berjalan, MBG Dinilai Tingkatkan Gizi dan Semangat Belajar Siswa
Nasional

Prof Cecep Darmawan: MBG Program Bagus Jika Dikelola Transparan

23 May 2026
Sumatera Kembali Gelap, Warga Pertanyakan Keandalan Layanan Listrik
Nasional

Sumatera Kembali Gelap, Warga Pertanyakan Keandalan Layanan Listrik

22 May 2026
KAI Masih Investigasi Insiden Lokomotif dan KA Serayu Tergelincir di Pasar Senen
Nasional

KAI Masih Investigasi Insiden Lokomotif dan KA Serayu Tergelincir di Pasar Senen

22 May 2026
Cek Jadwal Libur Idul Adha 2026, Apakah 29 Mei Termasuk Cuti Bersama?
Nasional

Cek Jadwal Libur Idul Adha 2026, Apakah 29 Mei Termasuk Cuti Bersama?

22 May 2026
Penumpang KA Serayu Tertahan Empat Jam Imbas Gangguan di Pasar Senen
Nasional

Penumpang KA Serayu Tertahan Empat Jam Imbas Gangguan di Pasar Senen

22 May 2026
Anak Usia di Bawah 7 Tahun Kini Bisa Masuk SD, Ini Syaratnya
Nasional

Anak Usia di Bawah 7 Tahun Kini Bisa Masuk SD, Ini Syaratnya

22 May 2026
Next Post
Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini