Tuesday, July 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 April 2026
in Nasional
Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit

Metapos.id, Jakarta — Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkap penyebab keracunan massal siswa SD di Duren Sawit. Kasus ini melibatkan 72 siswa.

Ia menyebut proses pembuatan makanan menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, makanan diduga tidak dalam kondisi segar saat dikonsumsi.

BACA JUGA

BMKG Catat Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Kabupaten Sigi

Perangi Judi Online, OJK Minta Bank Bekukan 36.191 Rekening Mencurigakan

Paulus mengatakan tim sudah meninjau langsung ke lokasi. Dari hasil pengecekan, proses memasak berlangsung terlalu lama.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Insiden terjadi setelah siswa mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Selain itu, pihaknya langsung menghentikan operasional dapur terkait.

Namun, penghentian ini bersifat sementara tanpa batas waktu. BGN menilai kondisi dapur belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut makanan berasal dari satu dapur SPPG. Lokasinya berada di Pondok Kelapa.

Menu yang disajikan meliputi spageti bolognese dan olahan telur. Selain itu, ada bola daging, sayuran, serta buah stroberi.

Setelah makan, siswa mengalami gejala keracunan. Mereka mengeluhkan mual, muntah, diare, demam, dan nyeri perut.

Sementara itu, dugaan awal mengarah pada kualitas makanan. Makanan kemungkinan tidak lagi segar saat disajikan.

Ke depan pemerintah akan memperketat pengawasan program MBG. Dengan begitu, kejadian serupa diharapkan tidak terulang.

Tags: Benjamin Paulus OctavianusBGNKeracunanMBGmengungkapMetapos.idSiswa sdterlalu lama.Wamenkes
Previous Post

Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat dan Kini Hampir Semua Pulang

Next Post

Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

Related Posts

BMKG Catat Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Kabupaten Sigi
Nasional

BMKG Catat Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Kabupaten Sigi

7 July 2026
Perangi Judi Online, OJK Minta Bank Bekukan 36.191 Rekening Mencurigakan
Nasional

Perangi Judi Online, OJK Minta Bank Bekukan 36.191 Rekening Mencurigakan

7 July 2026
Waspada! Kemnaker Ingatkan Modus Penipuan Magang Nasional Bermodus Absen Digaji
Nasional

Waspada! Kemnaker Ingatkan Modus Penipuan Magang Nasional Bermodus Absen Digaji

7 July 2026
KPK Awasi Implementasi Perbaikan Tata Kelola Program MBG
Nasional

KPK Awasi Implementasi Perbaikan Tata Kelola Program MBG

7 July 2026
Prabowo Targetkan Jumlah Polisi Hutan Naik Jadi 70 Ribu Personel
Nasional

Prabowo Targetkan Jumlah Polisi Hutan Naik Jadi 70 Ribu Personel

7 July 2026
Pramono Resmikan Shelter Ojol di Thamrin, Siap Diperluas ke Sejumlah Titik
Nasional

Pramono Resmikan Shelter Ojol di Thamrin, Siap Diperluas ke Sejumlah Titik

7 July 2026
Next Post
Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini