Metapos.id, Jakarta – Program magang nasional didorong pemerintah untuk meningkatkan kesiapan kerja tenaga muda Indonesia. Oleh karena itu, Yassierli menilai industri kreatif dapat menjadi laboratorium pembelajaran kerja yang efektif.
Kunjungan dilakukan ke perusahaan rintisan di sektor ekonomi kreatif di Semarang. Selain itu, peninjauan ini bertujuan melihat langsung proses pembelajaran kerja yang dijalani peserta magang di lapangan.
Menurut Yassierli, sektor kreatif memiliki karakter kerja yang unik. Oleh karena itu, peserta dapat mengasah kreativitas, adaptasi, serta kemampuan kolaborasi dalam lingkungan kerja yang dinamis.
Pemerintah sebelumnya telah meninjau program magang di sektor manufaktur dan jasa. Namun demikian, sektor kreatif memberikan pendekatan berbeda yang dapat memperkaya model pelaksanaan magang nasional.
Industri kreatif dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi tenaga muda Indonesia. Selain itu, sektor ini juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi.
Dalam kunjungan tersebut, Menaker berdialog langsung dengan peserta dan mentor magang. Oleh karena itu, pemerintah memastikan program berjalan tidak hanya sebagai formalitas administratif semata.
Program magang dirancang selama enam bulan dengan pendampingan mentor dan evaluasi rutin. Kemudian, peserta diharapkan memperoleh peningkatan keterampilan yang terukur serta kesiapan kerja yang lebih baik.
Meski bukan tujuan utama, beberapa perusahaan akhirnya merekrut peserta magang setelah program selesai. Oleh karena itu, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan peluang kerja bagi lulusan baru.














