Metapos.id, Jakarta – Dugaan penyelewengan dana nasabah muncul di salah satu kantor cabang BCA wilayah Cimanggu, Kota Bogor. Kasus tersebut mencuri perhatian masyarakat setelah beberapa nasabah mengaku kehilangan saldo tabungan mereka.
Sejumlah korban menyebut nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, jumlah korban diduga masih dapat bertambah seiring proses pendataan.
Salah satu korban bernama Maulidda membuka rekening “Tabunganku” atas nama anaknya pada November 2024. Ia menggunakan rekening tersebut sebagai tabungan pendidikan untuk masa depan.
Selama hampir dua tahun, Maulidda rutin menyetorkan uang ke rekening tersebut. Namun, ia mengaku jarang mengecek jumlah saldo secara langsung.
Kecurigaan mulai timbul ketika Maulidda mencoba melakukan penarikan dana melalui ATM pada 17 April 2026. Akan tetapi, kartu tersebut tidak dapat digunakan.
Karena itu, Maulidda mendatangi kantor cabang BCA Cimanggu pada 7 Mei 2026. Namun, pihak layanan pelanggan disebut tidak menemukan data rekening dalam sistem internal.
Pada 13 Mei 2026, suami Maulidda kembali mendatangi kantor bank untuk meminta perkembangan investigasi. Di lokasi, ia justru bertemu dengan beberapa nasabah lain yang mengalami masalah serupa.
Sedikitnya enam korban berada dalam satu ruangan bersama pihak bank saat proses penanganan berlangsung. Sementara itu, informasi yang beredar menyebut aparat kepolisian telah mengamankan empat orang terduga pelaku.
Salah satu terduga pelaku disebut merupakan oknum pimpinan cabang. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman kasus tersebut.
Total kerugian sementara diperkirakan melampaui Rp600 juta. Selain itu, angka tersebut diprediksi masih bisa bertambah.
Situasi di lokasi sempat memanas akibat kekecewaan para korban. Mereka menilai pengawasan internal bank berjalan lemah.
Salah satu korban bahkan disebut kehilangan dana hingga Rp300 juta. Korban tersebut dilaporkan menangis histeris di area kantor bank.
Hingga saat ini, para korban masih menunggu kepastian terkait proses hukum. Mereka juga berharap dana yang hilang dapat dikembalikan sepenuhnya.
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran publik terkait keamanan dana nasabah di sektor perbankan.







