Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut penguasaan sumber daya minyak Iran masih menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintahannya di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam rapat kabinet pada Kamis (26/3) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut belum diputuskan, namun tetap menjadi bagian dari skenario strategis yang sedang dikaji Washington dalam menghadapi situasi dengan Teheran.
Trump juga menyinggung pengalaman Amerika Serikat di Venezuela sebagai perbandingan. Ia menilai keterlibatan AS dalam sektor energi negara tersebut memberikan manfaat ekonomi yang besar sekaligus memperkuat posisi energi Amerika di tingkat global.
Di tengah eskalasi konflik, Trump kembali mendorong Iran agar segera menempuh jalur diplomasi.
Ia mengingatkan bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan tidak akan terbuka selamanya jika tidak segera direspons.
Sementara itu, situasi di kawasan Timur Tengah masih diliputi ketidakpastian. Ketegangan yang meningkat, termasuk gangguan di Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, telah memicu lonjakan harga energi global hingga menembus angka di atas US$100 per barel.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, mengingat sekitar seperlima perdagangan minyak dunia bergantung pada jalur tersebut.
Dalam perkembangan lain, Trump juga mengungkap bahwa Iran sempat mengizinkan sejumlah kapal tanker melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari sinyal dalam proses negosiasi yang masih berlangsung, meski belum menghasilkan kesepakatan resmi.
Ketegangan yang terus berlanjut ini dinilai tidak hanya berdampak pada hubungan politik kedua negara, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global apabila konflik tidak segera mereda.













