Metapos.id, Jakarta – Militer Iran menegaskan peringatan terkait kehadiran pasukan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Mereka menganggap langkah tersebut sebagai potensi ancaman.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengungkap rencana pengawalan kapal. Kapal-kapal itu sebelumnya terdampak penutupan jalur di kawasan strategis tersebut.
Di sisi lain, Mayor Jenderal Ali Abdollahi menyampaikan sikap tegas pemerintahnya. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan menerima kehadiran militer asing di wilayah itu.
Lebih lanjut, Abdollahi menyatakan bahwa Iran memegang kendali penuh atas keamanan Selat Hormuz. Karena itu, setiap pelayaran harus melalui koordinasi dengan pihak Iran.
Sementara itu, Trump menyebut AS akan membantu proses evakuasi kapal yang terjebak. Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya kemanusiaan.
Setelah itu, AS berencana memulai operasi pada Senin waktu setempat. Mereka juga memastikan perlindungan bagi awak dan kapal selama melintas.
Kondisi ini mencerminkan ketegangan yang kian meningkat. Iran dan Amerika Serikat terus berselisih terkait kendali Selat Hormuz.
Selain itu, kawasan tersebut memiliki peran krusial dalam arus perdagangan dunia. Oleh sebab itu, konflik di wilayah ini berpotensi berdampak luas.






