Metapos.id, Jakarta – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan komitmennya untuk memperkuat status negaranya sebagai kekuatan nuklir secara permanen. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Melalui media pemerintah, Korea Utara menegaskan akan mempertahankan sikap keras terhadap Korea Selatan, sekaligus meningkatkan peran dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
Kim juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang berkontribusi terhadap konflik global, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran dan sekutunya Israel. Ia menyebut tindakan militer Washington sebagai bentuk agresi yang memicu instabilitas internasional.
Dalam pernyataannya, Kim menegaskan bahwa Korea Utara siap mengambil sikap lebih tegas dalam menghadapi AS, sekaligus memperkuat aliansi dengan pihak-pihak yang memiliki pandangan serupa terhadap Washington.
Meski demikian, ia juga membuka peluang dialog dengan pemerintahan Donald Trump. Namun, Kim memberikan syarat bahwa pembicaraan tidak boleh diawali dengan tuntutan pelucutan senjata nuklir dari Korea Utara.
Pernyataan ini mencerminkan posisi Pyongyang yang tetap mempertahankan kekuatan militernya, sembari menjaga opsi diplomasi tetap terbuka di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.














