Metapos. id, Jakarta – Uni Eropa menyatakan belum siap untuk mengerahkan pasukan atau kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut. Sikap ini muncul setelah adanya seruan dari Presiden Amerika Serikat agar negara-negara pengimpor minyak turut berperan dalam pengamanan wilayah tersebut.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan merupakan bagian dari kepentingan langsung Eropa.
“Tidak ada yang ingin terlibat aktif dalam perang ini, dan semua pihak khawatir mengenai bagaimana hasil akhirnya,” ujar Kallas dalam konferensi pers usai pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Uni Eropa telah memiliki operasi maritim bernama ASPIDES di kawasan Laut Merah. Namun, operasi tersebut dinilai masih memiliki keterbatasan, terutama dari sisi aset angkatan laut, sehingga perlu diperkuat.
Meski demikian, usulan untuk memperluas mandat operasi hingga mencakup wilayah Selat Hormuz tidak mendapat dukungan dari negara-negara anggota Uni Eropa. Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran besar untuk tidak terseret lebih jauh dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada negara-negara pengimpor minyak yang bergantung pada jalur Selat Hormuz untuk ikut menjaga keamanan wilayah tersebut. Ia juga menjanjikan dukungan dan koordinasi dari pihak Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa negara-negara pengguna jalur tersebut perlu mengambil peran aktif dalam menjamin kelancaran distribusi energi global, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.
Namun hingga saat ini, negara-negara Uni Eropa memilih bersikap hati-hati dan belum mengambil langkah konkret untuk terlibat langsung dalam pengamanan wilayah tersebut.














