Metapos.id, Jakarta – Kantor berita Tasnim News Agency melaporkan kunjungan Menlu Iran ke Pakistan. Langkah ini dilakukan untuk menyampaikan syarat penghentian konflik dengan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, kembali ke Islamabad sebagai bagian dari upaya diplomasi. Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam situasi tersebut.
Selain itu, kunjungan ini tidak berkaitan dengan perundingan nuklir Iran dan AS. Fokus pembahasan lebih luas pada isu keamanan dan hubungan bilateral.
Dalam agenda tersebut, Araghchi membahas sejumlah isu strategis. Di antaranya penerapan sistem hukum baru Iran di Selat Hormuz hingga tuntutan kompensasi perang.
Di sisi lain, Iran juga menuntut jaminan agar tidak terjadi agresi serupa di masa depan. Selain itu, pencabutan blokade Angkatan Laut AS menjadi salah satu poin penting.
Araghchi tiba di Islamabad pada Minggu (26/4) sore waktu setempat. Kunjungan ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya ia juga sempat berada di Pakistan.
Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta Kepala Staf Angkatan Darat, Asim Munir. Pertemuan ini menjadi bagian dari konsultasi lanjutan.
Ke depan, Araghchi dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Rusia. Sementara itu, ketegangan meningkat setelah perundingan sebelumnya gagal dan diikuti blokade di Selat Hormuz.







