Metapos.id, Jakarta – Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran pada 10 Juni 2026. Operasi tersebut diumumkan oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dan disebut sebagai respons terhadap tindakan yang dinilai sebagai agresi berkelanjutan dari Iran.
Menurut CENTCOM, serangan dimulai sekitar pukul 17.15 EDT atas arahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Militer AS menyebut operasi tersebut sebagai “serangan pertahanan diri tambahan” yang ditujukan ke beberapa lokasi di wilayah Iran.
Serangan terbaru ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, konflik memanas menyusul insiden jatuhnya helikopter Apache milik AS di kawasan dekat Selat Hormuz.
Pemerintah AS menuduh Iran terlibat dalam rangkaian aksi yang mengancam kepentingan dan pasukan Amerika di kawasan. Namun, pihak Iran membantah sejumlah tuduhan tersebut dan menyebut tindakan militer AS sebagai pelanggaran terhadap upaya perdamaian yang sedang berlangsung.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengindikasikan bahwa operasi militer akan menyasar fasilitas-fasilitas penting di Iran. Ia menegaskan bahwa respons Washington akan dilakukan secara tegas terhadap setiap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan Amerika Serikat.
Di sisi lain, media Iran melaporkan adanya ledakan di beberapa wilayah selatan negara tersebut setelah serangan berlangsung. Hingga kini, belum ada laporan resmi yang merinci jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Ketegangan di Timur Tengah juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan jalur perdagangan energi global. Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting dunia kembali menjadi pusat perhatian pasar internasional.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari mereda. Komunitas internasional kini memantau situasi dengan cermat karena eskalasi lebih lanjut berpotensi memengaruhi keamanan regional maupun perekonomian global.







