Metapos.id, Jakarta – Jumlah warga Indonesia yang berangkat untuk menunaikan ibadah umrah dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang membuat sebagian calon jemaah memilih menunda keberangkatan mereka.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa faktor keamanan menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat sebelum melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Perkembangan situasi di kawasan tersebut dinilai cukup dinamis sehingga sebagian calon jemaah memutuskan untuk menunggu kondisi yang lebih stabil.
Menurut Dahnil, keputusan menunda perjalanan diambil oleh sejumlah calon jemaah karena mereka ingin memastikan situasi di Timur Tengah berada dalam keadaan aman. Pemerintah memahami langkah tersebut sebagai bentuk kehati-hatian masyarakat dalam merencanakan ibadah ke luar negeri.
Sejalan dengan hal itu, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah juga menyarankan masyarakat yang telah merencanakan umrah agar mempertimbangkan kembali jadwal keberangkatan. Imbauan ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Luar Negeri yang menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan warga negara Indonesia di tengah perkembangan situasi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil.
Pemerintah saat ini juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari otoritas di Arab Saudi, maskapai penerbangan, hingga penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelayanan terhadap jemaah tetap berjalan lancar serta mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal atau rute penerbangan jika situasi keamanan mengalami perubahan.
Meski demikian, aktivitas ibadah umrah di Arab Saudi hingga saat ini masih berlangsung normal.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 43 ribu jemaah asal Indonesia sedang berada di Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah.
Pemerintah memastikan para jemaah tersebut tidak dalam kondisi terjebak. Mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan dijadwalkan kembali ke Indonesia sesuai dengan rencana perjalanan masing-masing.
Kementerian terkait juga terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah secara berkala. Apabila kondisi keamanan kembali stabil, masyarakat diperkirakan dapat kembali melaksanakan ibadah umrah seperti biasa.














