Tuesday, September 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Rusia Murka Usai Pusat Kebudayaannya di Lebanon Diserang Israel

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
11 March 2026
in Internasional
Rusia Murka Usai Pusat Kebudayaannya di Lebanon Diserang Israel

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Rusia mengecam keras serangan militer Israel yang mengenai sebuah pusat kebudayaan Rusia di Lebanon. Moskow menilai serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan karena menyasar fasilitas sipil yang tidak berkaitan dengan aktivitas militer.

Direktur pusat kebudayaan Rusia di kota Nabatieh, Asaad Diya, mengatakan gedung tersebut diserang pada Minggu waktu setempat. Ia menjelaskan bahwa bangunan dalam keadaan kosong ketika serangan terjadi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

BACA JUGA

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

“Fasilitas ini tidak terlibat dalam aktivitas militer apa pun,” kata badan kerja sama kemanusiaan internasional Rusia, Rossotrudnichestvo, dalam pernyataannya, Rabu (11/3).

Lembaga tersebut juga menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan mitra lokal di Lebanon serta memberikan bantuan kepada warga sipil yang terdampak konflik di wilayah tersebut.

Menurut Rossotrudnichestvo, pusat kebudayaan Rusia di Nabatieh merupakan fasilitas sipil yang dioperasikan bersama mitra lokal. Oleh karena itu, serangan terhadap bangunan tersebut dinilai tidak memiliki dasar pembenaran dan berpotensi melanggar norma internasional terkait perlindungan terhadap infrastruktur sipil.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di wilayah selatan Lebanon. Pada awal bulan ini, Israel kembali melancarkan serangan udara dan operasi darat yang menargetkan kelompok militan Hezbollah.

Operasi militer tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional yang juga melibatkan Amerika Serikat dalam tekanan militer terhadap Iran. Kondisi ini membuat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas.

Rossotrudnichestvo juga menyinggung insiden serupa yang pernah terjadi pada masa lalu. Dalam konflik Perang Yom Kippur tahun 1973, Israel disebut pernah menyerang pusat kebudayaan Soviet di Damaskus, Suriah.

Serangan pada saat itu menewaskan seorang guru bahasa Rusia dan seorang staf lokal. Lembaga tersebut menyebut pesawat yang melakukan pemboman akhirnya ditembak jatuh oleh pasukan Suriah dan pilotnya berhasil ditangkap.

Perang Yom Kippur sendiri merupakan konflik antara Israel dan koalisi negara Arab yang terjadi pada 1973. Meski berakhir tanpa pemenang yang jelas, perang tersebut memicu embargo minyak oleh negara-negara Arab terhadap negara yang mendukung Israel dan berdampak besar pada harga energi global.

Tags: Metapos.idrossotrudnichestvorusia israelserangan israel lebanon
Previous Post

Viral Lele Mentah di Menu MBG Ditolak SMAN 2 Pamekasan, Ini Penjelasan BGN

Next Post

BGN Hentikan Sementara 1.512 Dapur Program MBG di Pulau Jawa

Related Posts

Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Internasional

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

8 September 2026
Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya
Internasional

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

8 September 2026
Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Next Post
BGN Hentikan Sementara 1.512 Dapur Program MBG di Pulau Jawa

BGN Hentikan Sementara 1.512 Dapur Program MBG di Pulau Jawa

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini