Metapos.id, Jakarta — Pemerintah kembali menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional, termasuk dalam peningkatan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Menanggapi isu bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada pemotongan anggaran pendidikan, pemerintah justru menyatakan telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa salah satu kebijakan konkret yang telah dijalankan adalah peningkatan insentif bagi guru honorer. Walaupun secara kewenangan administratif berada di bawah pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap mengambil peran aktif melalui pemberian tambahan insentif sebagai bentuk dukungan nyata.
Ia menjelaskan bahwa selama periode 2005 hingga 2025, besaran insentif guru tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, insentif tersebut dinaikkan menjadi Rp400 ribu.
Selain itu, tunjangan bagi guru non-ASN juga mengalami peningkatan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta.
Tidak hanya berfokus pada kenaikan nominal, pemerintah juga melakukan reformasi dalam sistem penyaluran tunjangan. Jika sebelumnya pencairan dilakukan melalui pemerintah daerah dan diterima guru setiap tiga bulan, kini dana tunjangan langsung ditransfer ke rekening guru setiap bulan, sesuai arahan Presiden. Kebijakan ini telah diimplementasikan dan dikoordinasikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan, Teddy menegaskan bahwa tidak ada program pendidikan yang dihentikan maupun dikurangi. Seluruh program tetap berjalan, bahkan diperkuat dengan pendekatan yang lebih terarah dan fokus pada kebutuhan peserta didik, sekolah, serta tenaga pendidik.
Kebijakan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menempatkan guru sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia nasional. Dengan kesejahteraan yang terus meningkat, diharapkan para pendidik dapat semakin optimal dalam mencetak generasi unggul demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.













