Metapos.id, Jakarta – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan kesiapsiagaan nasional terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pemantauan kondisi atmosfer dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik serta libur Idul Fitri.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa periode Februari hingga Maret 2026 diprediksi mengalami variasi curah hujan dari kategori rendah hingga tinggi. Sejumlah wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta beberapa daerah lainnya.
Menurutnya, memasuki masa Idul Fitri, sejumlah jalur utama pergerakan pemudik terutama di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah masih berisiko terdampak cuaca ekstrem. Meski demikian, kondisi curah hujan diproyeksikan mulai menunjukkan tren penurunan pada sepuluh hari terakhir bulan Maret.
Sebagai upaya pengurangan risiko, BMKG mendorong pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara adaptif dan berbasis kajian ilmiah. Pemerintah daerah yang berada pada zona risiko tinggi juga diimbau untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Di sisi lain, BMKG telah menyiapkan berbagai sistem layanan informasi cuaca berbasis digital untuk mendukung sektor transportasi. Layanan tersebut mencakup Ina-SIAM untuk penerbangan, Digital Weather for Traffic (DWT) bagi transportasi darat, serta InaWIS untuk sektor pelayaran. Informasi cuaca juga disebarluaskan melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, kanal media sosial, hingga papan informasi cuaca di sejumlah ruas jalan tol.
Sebagai bentuk kesiapan nasional, sebanyak 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG disiagakan di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, posko layanan cuaca di 38 provinsi juga beroperasi selama 24 jam penuh sepanjang periode Lebaran 2026 guna memastikan pelayanan informasi cuaca tetap optimal bagi masyarakat.













