Tuesday, May 26, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Tradisi Berbeda, Muslim Cham di Vietnam Punya Cara Ibadah yang Tak Biasa

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
23 February 2026
in Internasional
Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Metapos.id, Jakarta – Islam telah hadir di wilayah yang kini menjadi Vietnam sejak abad ke-9, tepatnya ketika masih berada di bawah Kerajaan Champa. Seiring waktu, ajaran Islam berkembang dan diterima oleh sebagian masyarakat serta kalangan elite kerajaan.

Dalam perkembangannya, komunitas Muslim di Vietnam terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, Muslim yang tinggal di kota-kota besar dan menjalankan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an, Hadis, serta rukun iman dan rukun Islam sebagaimana praktik umat Islam pada umumnya.

BACA JUGA

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

Kelompok kedua adalah Muslim Cham atau dikenal juga sebagai Islam Bani. Komunitas ini kerap disebut unik karena praktik keberagamaannya tidak sepenuhnya mengikuti syariat Islam secara umum, melainkan dipengaruhi adat dan tradisi lokal yang telah lama berkembang.

Perbedaan tersebut terlihat jelas saat Ramadan. Dalam tradisi Muslim Cham, bulan suci disebut sebagai “Ramuwan”. Namun, Ramuwan tidak dimaknai sebagai kewajiban puasa selama 30 hari. Berdasarkan sejumlah penelitian, periode ini lebih dipandang sebagai masa penyucian diri, persiapan spiritual, serta pelatihan bagi pemuka agama baru.

Dalam praktiknya, keluarga Muslim Cham membawa hidangan ke masjid sebagai bentuk persembahan simbolis. Para pemuka agama kemudian menjalani ritual tertentu, termasuk berdiam diri tanpa makan dan minum selama tiga hari. Setelah itu, kegiatan keagamaan berlangsung sekitar 15 hari, bukan 30 hari seperti Ramadan pada umumnya.

Perbedaan juga tampak dalam pelaksanaan shalat. Komunitas ini tidak menjalankan shalat lima waktu setiap hari, melainkan hanya shalat Jumat. Mereka meyakini ibadah dapat diwakilkan oleh tokoh agama yang disebut Acar, yang dianggap menunaikan kewajiban tersebut atas nama komunitasnya.

Sejumlah peneliti menilai perbedaan praktik ini dipengaruhi unsur Hindu dan Buddha yang lebih dahulu berkembang di wilayah tersebut. Namun, ada pula pandangan yang menyebut perbedaan muncul akibat proses Islamisasi yang tidak berlangsung secara utuh.

Ketika Islam mulai menyebar di kalangan elite Kerajaan Champa, prosesnya terhenti karena konflik dan peperangan. Akibatnya, ajaran Islam tidak tersampaikan sepenuhnya kepada masyarakat luas. Isolasi politik yang kemudian dialami wilayah tersebut juga membuat komunitas Muslim Cham tidak mengikuti perkembangan Islam di dunia Melayu.

Kini, jumlah Muslim Cham diperkirakan sekitar 40.000 orang yang tersebar di 12 provinsi di Vietnam, dengan konsentrasi terbesar berada di Phan Rang dan Phan Ri.

Karena perbedaan praktik tersebut, komunitas ini kerap dianggap berbeda bahkan terpinggirkan. Meski demikian, sejumlah ulama dan tokoh agama terus melakukan pendekatan agar ajaran yang dijalankan dapat semakin selaras dengan pemahaman Islam secara umum.

Tags: Islam BaniMetapos.idMuslim Cham Vietnampuasa Muslim ChamRamuwan Vietnamsejarah Islam Champashalat di Vietnam
Previous Post

Bos Kartel El Mencho Tewas, Kekacauan Pecah di Meksiko

Next Post

Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

Related Posts

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah
Internasional

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

23 May 2026
Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung
Internasional

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

22 May 2026
Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev
Internasional

Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev

21 May 2026
Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu
Internasional

Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu

21 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Aktivis Global Sumud Flotilla Diduga Disiksa dalam Tahanan Israel

22 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Tiga Orang Tewas akibat Zat Misterius di New Mexico

22 May 2026
Next Post
Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

Strategi Ziyadbooks Dongkrak Penjualan 38% di Ramadan, Jadi Favorit Orang Tua di TikTok Shop

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini