Metapos.id, Jakarta – Ramadan 2026 kembali menjadi momentum istimewa bagi para pesepak bola Muslim dunia. Di tengah jadwal kompetisi yang padat, tekanan fisik, serta tuntutan performa di level tertinggi sepak bola internasional, mereka tetap teguh menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk komitmen spiritual dan identitas keimanan.
Sejumlah liga elite di Eropa hingga kawasan Timur Tengah juga mulai menunjukkan sikap inklusif terhadap praktik keagamaan para pemain. Beberapa pertandingan bahkan memberikan waktu jeda singkat saat azan magrib berkumandang, agar pemain Muslim dapat berbuka puasa sebelum melanjutkan laga. Hal ini menjadi simbol bahwa dunia olahraga modern semakin terbuka terhadap keberagaman nilai dan keyakinan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa profesionalisme dan spiritualitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya dapat berjalan berdampingan dan saling menguatkan. Para pemain ini membuktikan bahwa disiplin ibadah dapat seiring sejalan dengan konsistensi performa di lapangan. Berikut lima pesepak bola dunia yang tetap menjaga puasa di tengah ketatnya persaingan sepak bola profesional:
1. Mohamed Salah (Liverpool)
Pemain asal Mesir ini dikenal sebagai sosok yang konsisten menjalankan ibadah puasa sejak awal kariernya di Eropa. Di berbagai pertandingan besar, termasuk laga final Liga Champions, Salah tetap menjaga komitmen spiritualnya.
Pada Ramadan 2026, ia tetap menjadi figur sentral Liverpool di Liga Inggris dan kompetisi Eropa, menunjukkan bahwa ibadah tidak menjadi penghalang bagi performa kelas dunia.
2. Karim Benzema (Al Hilal)
Kepindahan Benzema ke Arab Saudi membuat suasana Ramadan terasa lebih kondusif secara sosial dan budaya. Meski begitu, ia tetap menjaga profesionalisme sebagai ujung tombak Al Hilal.
Ramadan 2026 menjadi fase penting dalam kariernya, di mana keseimbangan antara tanggung jawab spiritual dan tuntutan profesional dijalani secara harmonis.
3. Sadio Mané (Al Nassr)
Mané dikenal sebagai figur religius dengan gaya hidup sederhana. Di tengah jadwal kompetisi yang ketat, ia tetap menjalankan puasa tanpa mengurangi dedikasinya di lapangan.
Musim ini, ia tetap menjadi motor permainan Al Nassr dan diharapkan mampu mengantar klub tersebut bersaing di jalur juara.
4. N’Golo Kanté (Fenerbahçe)
Kanté dikenal sebagai pemain yang disiplin, rendah hati, dan taat dalam beribadah. Bermain di Turki bersama Fenerbahçe, ia tetap menjalani Ramadan dengan penuh ketekunan.
Lingkungan yang religius membuat suasana Ramadan semakin bermakna, tanpa mengurangi kontribusinya sebagai pemain kunci di lini tengah.
5. Riyad Mahrez (Al Ahli)
Mahrez merupakan sosok yang dikenal konsisten menjalankan puasa, bahkan di momen-momen penting pertandingan.
Bersama Al Ahli, ia tetap tampil produktif melalui kontribusi gol dan assist, membuktikan bahwa ibadah tidak menghambat stabilitas performa di level profesional.
Komitmen para pemain ini mencerminkan bahwa nilai keimanan dan profesionalisme dapat berjalan beriringan.
Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga menjadi simbol keteguhan prinsip, disiplin diri, dan keteladanan. Mereka menjadi inspirasi bahwa di puncak dunia olahraga sekalipun, identitas spiritual tetap dapat dijaga dengan penuh konsistensi dan kehormatan.












