Sunday, August 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

“Ironi PBI JK: Warga Mampu Terdaftar, Jutaan Warga Miskin Justru Tak Tercakup”

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 February 2026
in Nasional
“Ironi PBI JK: Warga Mampu Terdaftar, Jutaan Warga Miskin Justru Tak Tercakup”

Metapos.id, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa sebanyak 54 juta penduduk yang berada dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 5 hingga kini belum tercatat sebagai penerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Di sisi lain, sekitar 15 juta warga yang masuk dalam kelompok Desil 6 hingga Desil 10 justru tercantum sebagai penerima bantuan tersebut.

Menurut Gus Ipul, kelompok Desil 1–5 merupakan lapisan masyarakat dari kategori sangat miskin hingga menengah, sedangkan Desil 6–10 mencakup kelompok masyarakat kelas menengah hingga menengah atas.

BACA JUGA

Prabowo Ungkap Kisah Susanah dan Margarelitha, Penerima Bantuan Pemerintah

Bikin Heboh! Prabowo Sebut Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg

“Jumlah warga pada Desil 1 sampai 5 yang belum terlayani PBI JK masih sangat besar, lebih dari 54 juta jiwa,” ujar Gus Ipul dalam Rapat Konsultasi bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

Ia mengakui adanya ketidaksesuaian sasaran dalam pendataan penerima bantuan. Pasalnya, jutaan warga yang seharusnya tidak masuk kategori penerima justru tercatat sebagai penerima PBI JK.

“Sementara warga Desil 6 sampai 10 dan non-desil jumlahnya mencapai lebih dari 15 juta jiwa. Ini membutuhkan penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut dari BPS terkait sistem klasifikasi dan basis datanya,” tuturnya.

Situasi tersebut mencerminkan masih lemahnya validasi dan akurasi data penerima bantuan sosial. Karena itu, pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh serta pembaruan data agar program PBI JK benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Tags: BantuanBpsDPR RIGus IpulmasyarakatMenengahMensosMetapos.idPBI JKpenerima
Previous Post

“Ratusan WNI Korban Sindikat Scam Online Dipulangkan dari Kamboja”

Next Post

Pemerintah Aktifkan Kembali 11 Juta PBI BPJS, Menkeu Beri Waktu Pemutakhiran Data 3 Bulan

Related Posts

Prabowo Ungkap Kisah Susanah dan Margarelitha, Penerima Bantuan Pemerintah
Nasional

Prabowo Ungkap Kisah Susanah dan Margarelitha, Penerima Bantuan Pemerintah

16 August 2026
Bikin Heboh! Prabowo Sebut Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg
Nasional

Bikin Heboh! Prabowo Sebut Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg

15 August 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Tes PNS, Kebijakan Disiapkan
Nasional

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Tes PNS, Kebijakan Disiapkan

15 August 2026
Titik Api di Bromo Hilang, Petugas Tetap Lanjutkan Pembasahan
Nasional

Titik Api di Bromo Hilang, Petugas Tetap Lanjutkan Pembasahan

15 August 2026
Kompetensi digital prajurit TNI
Nasional

Bekali Prajurit TNI dengan Kompetensi Digital, ASABRI Dorong Kemandirian di Era Transformasi

14 August 2026
Kepala BGN Sudaryono
Nasional

Dugaan Keracunan MBG di Berastagi, BGN Segel Dapur dan Copot Kepala SPPG

14 August 2026
Next Post
51 Persen Masyarakat Indonesia Simpan Uang di Bawah Bantal

Pemerintah Aktifkan Kembali 11 Juta PBI BPJS, Menkeu Beri Waktu Pemutakhiran Data 3 Bulan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini