• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, February 3, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

RI–AS Tingkatkan Kolaborasi Internasional untuk Tindak Pencucian Uang di Sektor Publik

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
3 February 2026
in Ekbis
POPSI Soroti Nasib Petani Usai Sawit Disebut “Miracle Crop” oleh Presiden
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat kerja sama internasional dalam upaya pemberantasan kejahatan pencucian uang, khususnya di sektor publik. Hal ini ditandai dengan rampungnya Seri Pelatihan Pemulihan dan Pelacakan Aset yang berlangsung sejak 2023 dan ditutup melalui sesi final di Jakarta pada 21–22 Januari 2026.

 

Program pelatihan berskala nasional tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Kehakiman Amerika Serikat melalui ICITAP dan OPDAT dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat kapasitas penegak hukum dalam menelusuri aliran dana ilegal, termasuk yang melibatkan aset digital dan mata uang kripto. Pendanaan program berasal dari Biro Urusan Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum Departemen Luar Negeri AS (INL).

 

Sebanyak 397 aparat penegak hukum dari 33 provinsi di Indonesia telah mengikuti rangkaian pelatihan ini. Fokus utama program adalah melindungi sistem keuangan dari praktik pencucian uang serta mendukung upaya pemulihan aset bagi korban kejahatan keuangan, baik di dalam negeri maupun lintas negara.

 

Hasil nyata dari pelatihan mulai terlihat. Tercatat, sedikitnya 14 perkara kejahatan keuangan sektor publik ditindaklanjuti setelah pelaksanaan tiga lokakarya regional pertama. Para peserta juga dinilai semakin terampil menerapkan pendekatan “follow the money” serta memperkuat koordinasi antara penyidik dan jaksa. Pengetahuan yang diperoleh turut dibagikan ke satuan wilayah dan tingkat distrik agar dampaknya semakin luas.

 

Wakil Kepala Misi Amerika Serikat, Heather C. Merritt, menegaskan bahwa kejahatan keuangan merupakan tantangan global yang memerlukan kerja sama lintas negara. Ia menyatakan Amerika Serikat bangga dapat bermitra dengan Indonesia dalam memerangi pencucian uang di sektor publik yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan global.

 

Menurut Merritt, pelacakan dan pemulihan aset tidak hanya melindungi perekonomian, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik serta memastikan jaringan kriminal mendapatkan hukuman yang setimpal. Ia menekankan bahwa kolaborasi internasional menjadi kunci untuk menghentikan kejahatan keuangan sejak dari sumbernya.

 

Pada sesi penutupan di Jakarta, pelatihan diikuti oleh 30 penyidik Polri, 10 jaksa Kejaksaan Agung, satu analis PPATK, serta satu perwakilan Hubungan Luar Negeri Polri. Mereka berasal dari 10 provinsi, antara lain Aceh, Bali, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Papua, Papua Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, dan Sumatra Barat. Materi pelatihan mencakup regulasi pencucian uang, teknik investigasi, hingga forensik digital untuk menangani perkara lintas yurisdiksi.

 

Wakil Kepala Korps Pemberantasan Korupsi Polri, Brigadir Jenderal Arief Adiharsa, menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam penegakan hukum. Menurutnya, penangkapan pelaku saja tidak cukup tanpa upaya melacak dan menyita aset hasil kejahatan.

 

Ia menambahkan, paradigma aparat penegak hukum perlu bergeser dari sekadar mengejar pelaku kejahatan menjadi menelusuri aliran uang. Pelatihan ini dinilai strategis karena membekali aparat dengan kemampuan memutus siklus korupsi dan pencucian uang secara lebih efektif.

 

Ke depan, kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi kejahatan keuangan dan transnasional. Dengan peningkatan kapasitas pelacakan aset digital serta dukungan kerja sama internasional, aparat penegak hukum dinilai semakin siap melindungi kepentingan publik dan stabilitas sistem keuangan.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
free online course
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
Tags: Amerika SerikatIndonesiakerja sama internasionalMetapos.idPencucian UangSektor Publik
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Tes MotoGP Sepang 2026: Marc Marquez Jadi yang Tercepat

Tes MotoGP Sepang 2026: Marc Marquez Jadi yang Tercepat

by Taufik Hidayat
3 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Marc Marquez mengirim sinyal positif menjelang bergulirnya MotoGP 2026. Rider Ducati tersebut tampil sebagai yang tercepat pada...

BNN: Gas N2O dalam Whip Pink Belum Diklasifikasikan sebagai Narkotika

BNN: Gas N2O dalam Whip Pink Belum Diklasifikasikan sebagai Narkotika

by Taufik Hidayat
3 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa gas dinitrogen oksida (N2O) yang...

Kejagung Pastikan Riza Chalid Terlacak di Kawasan Asia Tenggara

Kejagung Pastikan Riza Chalid Terlacak di Kawasan Asia Tenggara

by Taufik Hidayat
3 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa Muhammad Riza Chalid, tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah serta...

Prabowo Dorong Program Gentengisasi: Rumah Lebih Adem dengan Atap Genteng

Prabowo Dorong Program Gentengisasi: Rumah Lebih Adem dengan Atap Genteng

by Taufik Hidayat
3 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengemukakan gagasan pembentukan program nasional bernama “gentengisasi”, yaitu inisiatif penggantian atap rumah dan bangunan...

Next Post
Pramono Pastikan Jakarta Masih Bebas Virus Nipah

Kasus Dugaan Penghinaan Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Dipanggil Bareskrim sebagai Saksi

Recommended.

‘Antologi Musik Indonesia’ Kembali Hadir di The Apurva Kempinski Bali, Menghadirkan Rock Anthology

‘Antologi Musik Indonesia’ Kembali Hadir di The Apurva Kempinski Bali, Menghadirkan Rock Anthology

1 July 2023
Jabar Puncaki Daftar Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online

Jabar Puncaki Daftar Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online

8 August 2025

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini