Metapos.id, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia mengungkap keberadaan pabrik narkotika golongan I jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis yang beroperasi di kawasan perumahan di Tangerang, Banten. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang pelaku dengan peran berbeda dalam jaringan produksi dan peredaran narkoba.
Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Hutabarat, mengatakan penggerebekan dilakukan pada Jumat (9/1) setelah tim melakukan penyelidikan intensif selama sekitar dua bulan. Penyelidikan berawal dari laporan warga yang mencurigai aktivitas tidak biasa di sebuah rumah.
“Setelah dilakukan pendalaman, diketahui rumah tersebut telah digunakan sebagai lokasi produksi tembakau sintetis selama kurang lebih dua bulan,” ujar Aldrin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Tiga tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial ZD sebagai pelaku utama sekaligus peracik bahan, FH yang berperan sebagai penguji hasil produksi, serta FIR yang bertugas sebagai kurir. Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita barang bukti berupa 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram narkotika sejenis dalam bentuk padatan, sisa residu produksi, serta sejumlah bahan kimia dan peralatan laboratorium.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku memperoleh bahan prekursor, zat kimia, serta alat produksi melalui pembelian secara daring. Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 610 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp500 juta.
Aldrin menyebutkan, pengungkapan pabrik narkotika ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 8.000 generasi muda dari potensi penyalahgunaan narkoba. BNN pun akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Pengungkapan ini menunjukkan komitmen BNN RI dalam memberantas peredaran narkotika serta melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” tegasnya.













