Wednesday, April 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
Home Nasional

Berkas Baru Dalami Kematian Diplomat: Luka dan Sidik Jari yang Mengundang Teka-Teki”

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
28 November 2025
in Nasional
Berkas Baru Dalami Kematian Diplomat: Luka dan Sidik Jari yang Mengundang Teka-Teki”

Metapos.id,Jakarta– 28 November 2025 — Keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat Kementerian Luar Negeri yang meninggal dunia, kembali menyoroti sejumlah temuan baru yang menurut mereka menyisakan banyak pertanyaan dan belum dibuka ke publik secara transparan.

Luka-Lebam Terbaru dan Sidik Jari yang Membingungkan

BACA JUGA

KPK Usut Modus Cukai Palsu, Tujuh Tersangka Ditetapkan

Respons Keras Kader Partai NasDem terhadap Sampul Surya Paloh di Tempo

Dalam pertemuan antara tim kuasa hukum keluarga dengan penyidik Polda Metro Jaya serta dokter forensik, diungkap bahwa ADP memiliki luka lebam di dada, pelipis, dan tengkuk — informasi yang sebelumnya tidak diumumkan. Sementara laporan awal hanya menyebut memar di lengan atas.

Lebih lanjut, pemeriksaan forensik terhadap lakban yang diduga menjadi barang bukti menunjukkan adanya empat sidik jari. Salah satu sidik jari teridentifikasi milik almarhum (kode 000391), sedangkan tiga lainnya — dengan kode 000392, 000393, dan 000394 — rusak dan tak dapat diidentifikasi. Kondisi ini menurut keluarga sangat sulit dijelaskan jika kematian hanyalah karena sebab pasif, dan justru membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Potensi Kaitan dengan Tugas Diplomatik, Bukan Urusan Pribadi

Tim kuasa hukum menegaskan bahwa penyelidikan tidak boleh diperkecil hanya sebagai urusan pribadi semata — seperti fokus pada informasi bahwa ADP sempat check-in sebuah hotel bersama seorang wanita berinisial “V”. Sebaliknya, mereka meminta penyidik mengevaluasi kemungkinan bahwa kematian terkait tugas diplomatik ADP.

Dalam kapasitasnya di Direktorat Perlindungan WNI (PWNI), ADP disebut pernah menangani kasus sensitif — termasuk menjadi saksi dalam dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jepang, serta menangani beberapa perkara melibatkan WNI di luar negeri. Karena itu, keluarga menduga kematian ADP bisa terhubung dengan risiko pekerjaannya, bukan urusan pribadi.

Permintaan untuk Naikkan Status Kasus dan Libatkan Forensik Independen

Untuk menjamin proses yang adil dan transparan, keluarga melalui kuasa hukumnya mendesak agar kasus segera dinaikkan ke tingkat penyidikan. Hal ini dinilai penting supaya penyidik bisa mengambil langkah tegas — seperti memeriksa saksi tambahan atau mencari bukti baru.

Selain itu, mereka meminta agar dilakukan gelar perkara dan pemeriksaan ulang oleh forensik independen untuk meninjau kembali luka-lebam dan kondisi sidik jari. Bila penyidik di Polda Metro Jaya tidak menunjukkan kemajuan, keluarga menyatakan siap meminta pengalihan penanganan ke Bareskrim Mabes Polri.

Mengapa Publik Harus Ikut Mengawasi

Kasus ini berpotensi menyentuh aspek serius seperti hak asasi manusia — jika benar ada kekerasan atau keterlibatan pihak ketiga. Apalagi, jika ada kaitan dengan tugas diplomatik ADP, maka hal ini bisa berdampak pada perlindungan WNI di luar negeri.

Keluarga dan kuasa hukumnya berharap agar seluruh fakta dibuka tanpa sensor — agar tidak hanya kematian ADP jelas, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dan menghentikan kemungkinan bahaya terhadap diplomat lain di masa depan.

 

Tags: check-inDiplomatforensikmeninggalMetapos.id
Previous Post

4 RS di Papua Diduga Langgar Prosedur, Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal

Next Post

TNI AL Amankan 2 Kapal Pengangkut Nikel Tujuan PT IMIP Morowali

Related Posts

Ribuan Pejabat Belum Lapor Harta, KPK Tegaskan Deadline Akhir Maret
Nasional

KPK Usut Modus Cukai Palsu, Tujuh Tersangka Ditetapkan

15 April 2026
Respons Keras Kader Partai NasDem terhadap Sampul Surya Paloh di Tempo
Nasional

Respons Keras Kader Partai NasDem terhadap Sampul Surya Paloh di Tempo

15 April 2026
Nadiem Makarim Minta Maaf, Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
Nasional

Nadiem Makarim Minta Maaf, Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

14 April 2026
Cerita di Balik Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran
Nasional

Cerita di Balik Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran

14 April 2026
Persidangan Kasus Chromebook, Nadiem Sebut Audit BPKP Tidak Akurat
Nasional

Persidangan Kasus Chromebook, Nadiem Sebut Audit BPKP Tidak Akurat

14 April 2026
Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat, FH UI Lakukan Penelusuran
Nasional

Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat, FH UI Lakukan Penelusuran

14 April 2026
Next Post
TNI AL Amankan 2 Kapal Pengangkut Nikel Tujuan PT IMIP Morowali

TNI AL Amankan 2 Kapal Pengangkut Nikel Tujuan PT IMIP Morowali

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini