Monday, June 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Menteri Pendidikan Imbau Larangan Main Roblox, Sebut Ada Unsur Kekerasan dan Ujaran Kasar

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 August 2025
in Nasional
Menteri Pendidikan Imbau Larangan Main Roblox, Sebut Ada Unsur Kekerasan dan Ujaran Kasar

Metapos.id, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan para siswa SD untuk tidak memainkan game Roblox karena dinilai mengandung banyak unsur kekerasan dan bahasa yang tidak pantas.

 

BACA JUGA

DKI Jakarta Berlakukan PKB 0 Persen untuk Kendaraan Listrik pada 2026

Kasus Karyawan Indomaret Diduga Bakar Kaki Anak di Ambon Jadi Sorotan, Pelaku Sampaikan Permintaan Maaf

Dalam kunjungannya ke SDN Cideng 2, Jakarta Pusat, Senin (4/8), Mu’ti menyampaikan bahwa permainan seperti Roblox dapat berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, terutama di usia sekolah dasar yang masih rentan dalam menyerap berbagai pengaruh digital.

 

“Kalau pakai HP jangan nonton kekerasan, apalagi yang isinya berantem atau ada kata-kata jelek. Termasuk game blok-blokan (Roblox), itu lebih baik dihindari karena kurang baik untuk anak-anak,” ujar Mu’ti, dikutip dari Antara.

 

Menurutnya, anak-anak SD belum memiliki kemampuan penuh untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya rekayasa visual. Di sisi lain, mereka cenderung mudah meniru apa yang dilihat dari permainan atau tontonan digital, termasuk tindakan agresif yang bisa saja dibawa ke kehidupan nyata.

 

“Contohnya, kalau di game ada yang dibanting-banting, anak bisa pikir itu biasa. Tapi kalau dilakukan di dunia nyata, bisa jadi masalah,” jelasnya.

 

Mu’ti juga menegaskan pentingnya literasi digital sejak dini dan peran orang tua dalam mendampingi anak saat mengakses gawai. Ia mengajak para orang tua untuk memastikan anak mengakses konten yang bermanfaat dan edukatif.

 

“Anak perlu dipandu, bukan hanya dibiarkan bermain gawai sendiri. Kita harus pastikan yang mereka lihat itu memberi nilai baik, bukan merusak,” ucapnya.

 

Untuk mendukung perlindungan anak di dunia digital, Kemendikdasmen bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan kementerian terkait telah meluncurkan Program Tunas. Program ini diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

 

Ke depan, Mu’ti menyampaikan pihaknya akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk orang tua, masyarakat, dan penyedia platform digital untuk menciptakan ruang online yang lebih aman dan mendidik bagi anak-anak.

 

“Mohon kerja sama dari semua pihak agar anak-anak kita bisa tumbuh dengan sehat, cerdas, dan tidak terpapar hal-hal yang dapat merusak mental serta intelektual mereka,” tutup Mu’ti.

Tags: Menteri PendidikanMetapos.idRoblox
Previous Post

Indosat Ooredoo Hutchison Hadirkan Fitur AI untuk Lawan Spam dan Scam Digital

Next Post

Air Isi Ulang Belum Tentu Aman: Warga Kebayoran Lama Selatan Dapat Penyuluhan soal Risiko dan Cara Meminimalisir Kontaminasi

Related Posts

DKI Jakarta Berlakukan PKB 0 Persen untuk Kendaraan Listrik pada 2026
Nasional

DKI Jakarta Berlakukan PKB 0 Persen untuk Kendaraan Listrik pada 2026

28 June 2026
Kasus Karyawan Indomaret Diduga Bakar Kaki Anak di Ambon Jadi Sorotan, Pelaku Sampaikan Permintaan Maaf
Nasional

Kasus Karyawan Indomaret Diduga Bakar Kaki Anak di Ambon Jadi Sorotan, Pelaku Sampaikan Permintaan Maaf

28 June 2026
Nasib IKN Tak Kunjung Jelas, Otorita Ajukan Tambahan Anggaran Perawatan 2027
Nasional

Nasib IKN Tak Kunjung Jelas, Otorita Ajukan Tambahan Anggaran Perawatan 2027

27 June 2026
Kemenkes Ungkap 5,9 Juta Anak Indonesia Merokok, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun
Nasional

Kemenkes Ungkap 5,9 Juta Anak Indonesia Merokok, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun

27 June 2026
Kemhan Evaluasi Program SPPI 2026 Usai Empat Peserta Meninggal Saat Pendidikan Militer
Nasional

Kemhan Evaluasi Program SPPI 2026 Usai Empat Peserta Meninggal Saat Pendidikan Militer

26 June 2026
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Gerindra Pilih Fokus Selesaikan Agenda Pemerintah
Nasional

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Gerindra Pilih Fokus Selesaikan Agenda Pemerintah

26 June 2026
Next Post
Air Isi Ulang Belum Tentu Aman: Warga Kebayoran Lama Selatan Dapat Penyuluhan soal Risiko dan Cara Meminimalisir Kontaminasi

Air Isi Ulang Belum Tentu Aman: Warga Kebayoran Lama Selatan Dapat Penyuluhan soal Risiko dan Cara Meminimalisir Kontaminasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini