Friday, May 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Air Isi Ulang Belum Tentu Aman: Warga Kebayoran Lama Selatan Dapat Penyuluhan soal Risiko dan Cara Meminimalisir Kontaminasi

Afizahri by Afizahri
8 August 2025
in Lifestyle & Health
Air Isi Ulang Belum Tentu Aman: Warga Kebayoran Lama Selatan Dapat Penyuluhan soal Risiko dan Cara Meminimalisir Kontaminasi

Jakarta, Metapos.id — Lebih dari dua miliar orang di dunia masih kekurangan akses terhadap air minum yang aman. Dampaknya bukan hanya menyebabkan 1,4 juta kematian setiap tahun, tetapi juga berkontribusi terhadap 50 persen angka malnutrisi global. Di Indonesia,situasi tak kalah memprihatinkan. Data Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT)2023 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 80 persen akses air minum masih belum tergolong aman.

Bahkan, cemaran bakteri E.coli ditemukan pada 45,4 persen air minum isi ulang yang diuji.Kondisi ini mendorong Yayasan Jiva Svastha Nusantara untuk terus mengadakan edukasi publik tentang air minum yang layak konsumsi. Pada Kamis (7/8), yayasan menyelenggarakan kegiatan penyuluhan di Kantor Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA

Kartu Pokemon Kini Bernilai Fantastis, Akademisi Soroti Tren Investasi

Kisah Asli di Balik Serial Animasi Masha and the Bear

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program “Indonesia Sehat Mulai dari Air Bermutu”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas air minum,serta membekali warga dengan pengetahuan seputar risiko kontaminasi air dan carameminimalisirnya.Dalam sesi penyuluhan, Wuhgini, SKM., M.A., Sanitarian Ahli Muda dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa kualitas air yang tampak bersih secara fisik belum tentu aman untuk dikonsumsi.“Air minum yang aman harus lolos tiga parameter: fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Dua parameter terakhir hanya bisa dipastikan lewat uji laboratorium, terutama untuk mendeteksi keberadaan bakteri seperti E.coli,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya legalitas dan kebersihan dalam praktik depot air minum isiulang.“SLHS itu jaminan mutu pangan. Kalau depot air isi ulang tidak punya SLHS, itu ibarat naik motor tanpa SIM. Berisiko dan tidak bertanggung jawab. SLHS memastikan depot tersebut sudah diperiksa oleh petugas kesehatan lingkungan dan memenuhi standar sanitasi yang ditentukan,” jelasnya.Wuhgini mengimbau agar masyarakat lebih berani bersikap kritis terhadap depot air minum isi ulang.

Jangan ragu menolak beli dari depot yang tempatnya kotor, peralatannya tidak food grade,atau operatornya terlihat jorok dan tidak memakai masker atau alat pelindung diri. Ini menyangkut kesehatan keluarga kita sendiri,” tambahnya.Ia juga menjelaskan bahwa konsumsi air yang terkontaminasi berisiko menyebabkan diare,hepatitis, kolera, dan gangguan penyerapan nutrisi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko stunting, terutama pada anak-anak.Dari sisi penyelenggara, Surya Putra, Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sadar terhadap kualitas air minum.“Kami berharap masyarakat di sini mulai peka terhadap apa yang diminum setiap hari.

Mulai dari memilih sumber air yang aman, menjaga kebersihan galon dan dispenser, hingga jadi konsumen yang berani bertanya tentang uji lab dan legalitas depot air minum isi ulang,” ujarnya.Dalam penyuluhan ini, depot air minum isi ulang juga menjadi topik pembahasan utama,mengingat banyaknya masalah yang dihadapi industri ini, mulai dari lemahnya pengawasan hingga minimnya kesadaran pengusaha akan standar kebersihan.

Sebagai informasi, hasil uji laboratorium sebelumnya yang dilakukan oleh Yayasan Jiva di Kota Bandung memperkuat urgensi penyuluhan ini. Dari 86 sampel air minum rumah tangga yang diuji, 73 (84,9%) di antaranya terbukti terkontaminasi bakteri E.coli dan/atau coliform.Sementara itu, dari 72 sampel air depot air minum isi ulang yang diuji, 61 (84,7%) juga terkontaminasi bakteri yang sama.Melalui kegiatan ini, Yayasan Jiva berharap semakin banyak warga yang teredukasi dan mampu menjadi agen perubahan dalam memastikan air minum yang dikonsumsi keluarganya benar-benar aman.

Tags: Air isi ulangMetapos.udPenyuluhanYayasan jiva svastha
Previous Post

Menteri Pendidikan Imbau Larangan Main Roblox, Sebut Ada Unsur Kekerasan dan Ujaran Kasar

Next Post

BTN Resmi Luncurkan Bale Korpora, Platform Wholesale Banking Terintegrasi untuk Nasabah Korporasi

Related Posts

Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Lifestyle & Health

Kartu Pokemon Kini Bernilai Fantastis, Akademisi Soroti Tren Investasi

14 May 2026
Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Lifestyle & Health

Kisah Asli di Balik Serial Animasi Masha and the Bear

14 May 2026
Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Lifestyle & Health

Fenomena UFO dan Alien Kembali Jadi Perdebatan, Benarkah Berkaitan dengan Setan?

14 May 2026
Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Lifestyle & Health

Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV

14 May 2026
Mengenal Harbin, Kota Bersuhu Ekstrem dengan Festival Salju Terbesar Dunia
Lifestyle & Health

Long Weekend 14 Mei 2026, Ini 3 Film Bioskop yang Wajib Masuk Watchlist

14 May 2026
WHO Laporkan Tidak Ada Kematian Baru akibat Wabah Hantavirus MV Hondius
Lifestyle & Health

WHO Laporkan Tidak Ada Kematian Baru akibat Wabah Hantavirus MV Hondius

14 May 2026
Next Post
BTN Resmi Luncurkan Bale Korpora, Platform Wholesale Banking Terintegrasi untuk Nasabah Korporasi

BTN Resmi Luncurkan Bale Korpora, Platform Wholesale Banking Terintegrasi untuk Nasabah Korporasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini