Wednesday, September 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

5 Kesalahan Saat Kontak Mata yang Bisa Membuat Orang Lain Risih

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
15 August 2026
in Lifestyle & Health
5 Kesalahan Saat Kontak Mata yang Bisa Membuat Orang Lain Risih

Metapos.id, Jakarta – Kontak mata merupakan bagian penting dalam komunikasi. Tatapan dapat menunjukkan perhatian, keterlibatan, serta kesediaan seseorang untuk mendengarkan lawan bicara.

Namun, kontak mata yang dilakukan secara berlebihan atau justru dihindari sepenuhnya dapat menimbulkan kesan kurang nyaman. Kebiasaan tersebut bahkan bisa membuat seseorang dianggap tidak tertarik, gugup, atau kurang menghargai lawan bicara.

BACA JUGA

Pori-Pori Besar Bikin Wajah Kurang Mulus? Ini Tipsnya

LSF Ajak Pelajar Bijak Memilih Tontonan

Dikutip dari Verywell Mind, kontak mata merupakan salah satu keterampilan sosial yang berperan dalam membangun kepercayaan, hubungan, dan pemahaman dalam interaksi.

Sebaliknya, cara melakukan kontak mata yang kurang tepat dapat memengaruhi kesan seseorang saat berkomunikasi. Berikut sejumlah kebiasaan kontak mata yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman:

1. Menghindari kontak mata sepenuhnya

Menghindari kontak mata secara terus-menerus dapat membuat lawan bicara salah memahami sikap seseorang. Kebiasaan ini dapat terjadi karena malu, gugup, atau merasa canggung.

“Baik karena malu, gugup, atau sekadar merasa canggung, menghindari kontak mata secara tidak sengaja dapat menandakan ketidakminatan, rasa tidak aman, atau bahkan ketidakjujuran,” catat terapis April Crowe, LCSW, dikutip dari Verywell Mind, Sabtu (15/8/2026).

Pada orang yang mengalami kecemasan sosial, melakukan kontak mata juga dapat terasa menakutkan. Namun, bagi lawan bicara, terlalu sering melihat ke arah lain bisa memberikan kesan bahwa pembicaraan tidak diperhatikan.

2. Menatap terlalu lama

Kontak mata yang terlalu lama dan intens juga dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman. Tatapan tanpa jeda dapat membuat lawan bicara mempertanyakan maksud dari tatapan tersebut.

Psikolog sosial dan terapis kesehatan mental Sophia Spencer menjelaskan bahwa manusia secara alami mengharapkan adanya jeda ketika melakukan kontak mata.

Tatapan yang terus-menerus juga dapat terasa mengintimidasi, terutama jika disertai ekspresi wajah yang tegang atau serius.

Karena itu, kontak mata tidak perlu dilakukan sepanjang percakapan. Sesekali mengalihkan pandangan justru dapat membuat interaksi terasa lebih alami.

3. Terlalu sering melihat ke arah lain

Selain menghindari kontak mata sepenuhnya, terlalu sering mengalihkan pandangan juga dapat mengganggu komunikasi.

Kebiasaan tersebut bisa membuat lawan bicara merasa tidak didengarkan. Dalam percakapan, kontak mata sebaiknya dilakukan secara wajar dan diselingi dengan jeda.

4. Hanya menatap satu orang dalam percakapan kelompok

Dalam percakapan yang melibatkan beberapa orang, terus-menerus menatap satu orang dapat membuat peserta lain merasa diabaikan.

Kontak mata sebaiknya dibagi secara alami kepada orang-orang yang terlibat dalam percakapan. Dengan demikian, setiap peserta dapat merasa dihargai dan dilibatkan.

5. Melakukan kontak mata dengan ekspresi terlalu tegang

Tatapan mata tidak berdiri sendiri dalam komunikasi. Ekspresi wajah juga dapat memengaruhi bagaimana tatapan tersebut dipersepsikan.

Tatapan yang terlalu serius, kaku, atau disertai wajah tegang dapat membuat seseorang terlihat mengintimidasi. Sebaliknya, ekspresi yang lebih rileks dapat membantu menciptakan suasana percakapan yang nyaman.

Pada dasarnya, kontak mata yang baik tidak berarti harus terus menatap lawan bicara. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara menatap, mengalihkan pandangan, dan menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan situasi.

Tags: Hubungan Sosialkecemasan sosialkesehatan mentalKomunikasikontak mataMetapos.idpsikologi
Previous Post

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 20 Orang, Enam Lainnya Luka-luka

Next Post

Menlu Iran Tegaskan Teheran Belum Putuskan Kembali Berunding dengan AS

Related Posts

Pori-Pori Besar Bikin Wajah Kurang Mulus? Ini Tipsnya
Lifestyle & Health

Pori-Pori Besar Bikin Wajah Kurang Mulus? Ini Tipsnya

30 September 2026
LSF dan Imperial Pictures mengajak pelajar SMP Al Fajar Bekasi memahami budaya sensor mandiri dan memilih tontonan sesuai usia.
Lifestyle & Health

LSF Ajak Pelajar Bijak Memilih Tontonan

30 September 2026
Orang Tua Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Influenza A pada Anak
Lifestyle & Health

Orang Tua Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Influenza A pada Anak

30 September 2026
Dylan Sprouse dan Barbara Palvin Sambut Anak Pertama
Lifestyle & Health

Dylan Sprouse dan Barbara Palvin Sambut Anak Pertama

29 September 2026
Sinopsis Irreplaceable, Kisah Cinta Zhao Jinmai di Dunia Bisnis
Lifestyle & Health

Sinopsis Irreplaceable, Kisah Cinta Zhao Jinmai di Dunia Bisnis

29 September 2026
Bekas Jerawat Bopeng Punya Jenis Berbeda, Ini Cara Menanganinya
Lifestyle & Health

Bekas Jerawat Bopeng Punya Jenis Berbeda, Ini Cara Menanganinya

29 September 2026
Next Post
Abbas Araghchi

Menlu Iran Tegaskan Teheran Belum Putuskan Kembali Berunding dengan AS

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini