Monday, May 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

RI Dorong Investasi Dua Arah dengan AS

metaposmedia by metaposmedia
14 April 2025
in Ekbis
Airlangga Laporan ke Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Diramal Melambat di 2023

Jakarta, Metapos.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi di Indonesia dan sebaliknya mendorong perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di AS.

Adapun hal tersebut termasuk dalam bentuk negosiasi dari Indonesia terhadap tarif bea masuk yang dikenakan oleh pemerintah Amerika Serikat, di mana saat ini dikenai tarif sebesar 32 persen dan tengah dalam masa peninjauan selama 90 hari.

BACA JUGA

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

“Secara teknis juga Indonesia juga akan ada selain mengundang investasi Amerika di Indonesia. Indonesia juga akan ada perusahaan yang akan investasi di Amerika,” ujarnya kepada awak media, Senin, 14 April.

Meski demikian, Airlangga belum dapat menjelaskan secara rinci terkait perusahaan mana dan komoditas apa yang akan melakukan berinvestasi dan sebaliknya mendapatkan investasi.

“Sehingga seluruhnya tentu tergantung daripada pembicaraan nanti,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todo Tua Pasaribu menyampaikan bahwa sektor strategis yang tengah dipertimbangkan untuk investasi di luar negeri mencakup industri migas (oil and gas).

“Salah satu yang strategis kan oil and gas. Buka perusahaan atau kita ngeliat line up bisnisnya kan sebenarnya beberapa investasi kita yang diluar kan sudah pernah terjadi, salah satunya itu industri nya di oil and gas melalui anak perusahaan pertamina Tapi kita liat lah strateginya seperti apa belum tau,” ujar Todo.

Todo menambahkan saat ini pihaknya masih melihat dan memitigasi potensi strategisnya lebih lanjut.

Selain itu, Todo menyampaikan juga sektor teknologi juga menjadi fokus lantaran secara strategis perusahaan AI di luar negeri, dapat di pertimbangkan sejalan dengan upaya kita untuk memperkuat riset dan pengembangan (R&D) dalam negeri.

“Bisa juga dengan, teknologi artinya kan secara strategi nya yang kita liat Kita bisa berinvestasi ke sana yang juga nanti in-line nya bisa kita absorb untuk kepentingan di negara kita juga kan Ini yang lagi dimitigasi,” tuturnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai jenis perusahaan yang terlibat, Todo menegaskan bahwa strategi investasi lebih diarahkan melalui perusahaan BUMN, dengan memanfaatkan fleksibilitas yang ada pasca pembentukan Danantara.

“Kita harapkan harus pake strategik kita, pake strategik BUMN kita lah artinya dengan adanya danantara kan sebenernya strategik itu baik kita berinvestasi dalam negeri maupun di luar negeri Kan bisa jauh lebih fleksibel daripada sebelum danantara,” imbuhnya.

Todo menyampaikan beberapa BUMN juga telah memiliki portofolio investasi luar negeri, seperti kilang offshore, akuisisi sumur, hingga sektor midstream.

Momentum ini lah, kalau kita liat portfolio nya, beberapa BUMN kita kan memang sudah pernah berinvestasi di luar Maksudnya bentuknya kayak di kilang offshore Bisa akuisisi sumur, bisa di upstream nya, midstream nya tapi mostly kayak begitu,” ucapnya.

Ia juga membuka kemungkinan untuk keterlibatan dalam proyek kolaboratif di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat.

“Kan combine investment kan juga boleh Gak perlu harus kita kan Kita bisa ikut dalam project part of bagian daripada itu tetapi selain memang strategik getting margin Kita juga punya strategik bisa mendapatkan leverage daripada riset pengetahuan teknologinya kan strateginya itu Kan tidak ada masalah,” tutup Todo.

Tags: InvestasiMenko AirlanggaMetapos.id
Previous Post

Cadangan Devisa RI Mencapai 157,1 Miliar Dolar AS pada Maret 2025

Next Post

Tarif Tol Tangerang-Merak Naik Mulai Besok, Ini Rinciannya

Related Posts

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar
Ekbis

Industri Asuransi Syariah Tumbuh, Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar

30 April 2026
Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026
Ekbis

Perkuat Pasar Keuangan, IDClear Soroti Peran Infrastruktur di Forum Global 2026

30 April 2026
RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh
Ekbis

RUPST 2026, Tugu Insurance Paparkan Fundamental Keuangan yang Kokoh

30 April 2026
Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis
Ekbis

Aden Indonesia Optimistis 2026, Proyek Baru Dorong Kinerja Bisnis

29 April 2026
Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah  di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum
Ekbis

Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum

29 April 2026
Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026
Ekbis

Laba melejit hingga 216,70% Di 2025, Dada bagikan Deviden Rp2 MiliarJakarta, Maret 2026

27 April 2026
Next Post
Tarif Tol Tangerang-Merak Naik Mulai Besok, Ini Rinciannya

Tarif Tol Tangerang-Merak Naik Mulai Besok, Ini Rinciannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini