Saturday, August 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Apindo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Hanya di Kisaran 5,2 Persen

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
20 December 2024
in Ekbis
Apindo Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2024 di 5,2 Persen

Jakarta, Metapos.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan tidak akan melompat terlalu tinggi yakni hanya di kisaran 4,9 persen sampai 5,2 persen.

“Kita juga memprediksi bahwa nanti di tahun 2025, ini juga akan tetap tidak ada lompatan terlalu tinggi jadi prediksi kami di tahun depan pertumbuhannya antara 4,9 persen-5,2 persen jadi mungkin cenderung 5 ke atas, jadi di angka 5,1 persen- 5,2 persen,” ujar Shinta W Kamdani dalam konferensi pers, Kamis, 19 Desember.

BACA JUGA

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026

Shinta menyampaikan, prediksi ini dibuat berdasarkan berbagai indikator seperti kondisi lingkungan strategis global yang belum stabil, inflasi global yang belum sepenuhnya terkendali, berlanjutnya penurunan kelas menengah akibat tekanan kenaikan PPN pada barang-barang tertentu.

Selain itu, lanjutnya, terdapat potensi layoff akibat kenaikan UMP yang tidak diimbangi dengan produktivitas, hingga berakhirnya era boom commodity (windfall) dari komoditas CPO dan batu bara hingga terpilihnya Presiden AS Donald Trump pada perekonomian Indonesia.

Sementara berdasarkan sektoral, Shinta memprediksi, pada tahun 2025 terdapat 5 key sectors dalam distribusi terhadap PDB yaitu sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi.

Namun, Shinta menyampaikan, pertumbuhan sektor yang berhubungan dengan akomodasi makan minum, administrasi pemerintahan, jasa perusahaan, transportasi dan pergudangan, dan jasa lainnya akan mengalami degradasi akibat pemotongan biaya perjalanan dinas Pemerintah sebesar 50 persen yang akan memengaruhi Meeting, Incentive, Conferences, and Exhibition Event di daerah.

“Dunia usaha juga menyoroti dua sektor lain yang akan tumbuh dengan pesat ke depan yaitu ekonomi digital yang akan sangat dipengaruhi oleh transformasi digital dan ekspansi di e-commerce, serta sektor hijau yang dipengaruhi oleh komitmen terhadap keberlanjutan,” jelasnya.

Shinta juga memperkirakan, inflasi domestik masih dapat dijaga di kisaran 2,5 persen dengan deviasi 1 persen sesuai yang ditargetkan oleh Bank Indonesia dengan melakukan substitusi komoditas energi dan mengendalikan produksi pangan melalui program ketahanan pangan.

Menurut Shinta, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE), Local Currency Transaction (LCT), SRBI, dan SVBI belum dapat menjaga nilai tukar rupiah yang diakibatkan karena Indonesia adalah negara small open economy terutama pada produk minyak, pangan, digital services, dan TIK yang perlu menjadi perhatian khusus.

“Maka dari itu, Apindo menilai bahwa nilai tukar rupiah selama tahun 2025 akan bergerak dalam rentang Rp15.800-Rp16.350 per dolar AS,” tegasnya.

Tags: APINDOMetapos.idPertumbuhan ekonomi
Previous Post

Garuda Indonesia Tambah Satu Pesawat untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Next Post

InJourney Airports Proyeksikan Penumpang Pesawat Tembus 9,27 Juta saat Libur Natal dan Tahun Baru

Related Posts

Mulai September, Naik TransBandara Blok M–Soetta Bayar Rp15.000
Ekbis

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

1 August 2026
Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026
Ekbis

Momentum Pemulihan Menguat, EBITDA BUMA International Group Tumbuh pada 1H2026

1 August 2026
BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat
Ekbis

BEI Luncurkan Green Equity Designation bagi Perusahaan Tercatat

31 July 2026
ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha
Ekbis

ASABRI Hadirkan Layanan Bernilai Tambah, Peserta Kini Nikmati Kemudahan Miliki Motor Yamaha

31 July 2026
Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026
Ekbis

Bukalapak Catat Adjusted EBITDA Positif Sepanjang Semester I 2026

30 July 2026
Kementerian ESDM menyebut proyek LNG Abadi Masela menjadi bukti pemerataan pembangunan dari Indonesia Timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Ekbis

LNG Abadi Masela Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Ekonomi Indonesia Timur

29 July 2026
Next Post
Angkasa Pura II Catat Rute Tersibuk di Bandara Soetta

InJourney Airports Proyeksikan Penumpang Pesawat Tembus 9,27 Juta saat Libur Natal dan Tahun Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini