Saturday, June 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat Nasional Tembus 90 Persen

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 September 2024
in Ekbis
Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat Nasional Tembus 90 Persen

Jakarta, Metapos.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui, bahwa Indonesia masih ketergantungan impor untuk bahan baku obat (BBO) nasional. Adapun ketergantungan impor itu mencapai 90 persen hingga saat ini.

Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan, angka ketergantungan impor ini sejalan dengan bertambahnya produsen BBO nasional di Tanah Air.

BACA JUGA

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

“Terkait profil industri BBO secara nasional saat ini, alhamdulillah sudah ada 20 industri. Saya mengatakan alhamdulillah karena memang tantangannya cukup besar ditengah saat ini angka impor kami terhadap BBO sendiri itu masih sekitar 90 persen dari luar,” ujar Emmy dalam agenda Seminar Nasional bertajuk ‘Ketahanan dan Kesinambungan Percepatan Kemandirian Bahan Baku Obat dan Vaksin di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa, 10 September.

Emmy berharap, jumlah produsen BBO nasional bisa terus bertambah. Dengan demikian, angka impor bisa ditekan ke depannya.

“Kami berharap 20 (produsen BBO) ini bisa bertambah dari sisi jumlahnya dan juga bertambah dari sisi BBO yang bisa diproduksi dan saya rasa dengan semangat kami semuanya kali ini, sangat possible terjadi industri farmasi di Indonesia bisa tumbuh menjadi raja di negara sendiri,” katanya.

Di samping itu, Emmy bilang, saat ini ada 212 industri obat jadi nasional yang tersebar di sejumlah daerah, seperti di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta.

Menurut Emmy, pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktor bertambahnya jumlah industri farmasi di Indonesia.

“Saat ini, ada 212 industri obat jadi dan 20 industri BBO. Ini angka profil yang cukup bagus dalam artian semenjak COVID-19 itu sudah terjadi penambahan jumlah industri farmasi di Indonesia. Betul COVID memang menjadi salah satu tahapan untuk kami akhirnya melakukan lompatan,” tutur Emmy.

“Karena memang ternyata kami itu didesak oleh kondisi, sehingga mau tidak mau kami harus segera melakukan adaptasi untuk kami bisa menyelesaikan masalah saat itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kemenperin mencatat, bahwa selama 2018-2022 nilai impor untuk BBO terus mengalami kenaikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin Reni Yanita mengatakan, impor tertinggi untuk BBO nasional terjadi pada 2022, yakni sebanyak 35.890 ton.

“Jadi, dari 2018 sampai dengan 2023 data impor kami menunjukkan tahun 2018 ke 2019 (terjadi) penurunan. Namun, kenaikan cukup tinggi di 2022. Di 2022, impor BBO secara keseluruhan mencapai 35.890 ton dengan nilai sebesar 509 juta dolar AS,” ujar Reni dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juli.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tren importasi BBO terus meningkat selama lima tahun terakhir atau sejak 2018 hingga 2022.

Rinciannya, pada 2018 total impor BBO mencapai 27.304 ton dengan nilai sebesar 332 juta dolar AS, di 2019 mengalami penurunan menjadi 27.050 ton atau setara 294 juta dolar AS.

Kemudian, di 2020 kembali melonjak di angka 29.429 ton atau senilai 312 juta dolar AS.

Lalu, di 2021 meningkat lagi menjadi 34.770 ton dengan total nilai 443 juta dolar AS.

Sementara di 2022 mencapai angka impor tertinggi, yakni 35.890 ton atau senilai 509 juta dolar AS.

“Kemudian di 2023 ini terkoreksi kembali penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jadi, selama lima tahun terakhir memang tren importasi BBO terus meningkat,” katanya.

Tags: Bahan baku obatImporKemenperinMetapos.id
Previous Post

Presiden Jokowi Resmikan Tol Binjai-Langsa dan Kutepat Senilai Rp17,6 Triliun

Next Post

Industri Farmasi Nasional Tumbuh 32,35 Persen hingga Kuartal I-2024

Related Posts

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Ekbis

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

20 June 2026
Perkuat Peran Pemda dalam Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kemendagri
Ekbis

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

19 June 2026
RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030
Ekbis

RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030

19 June 2026
Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional
Ekbis

Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional

18 June 2026
Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik
Ekbis

Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik

18 June 2026
Alasan Elon Musk Pilih Korea Selatan Ketimbang Taiwan untuk Bisnis AI
Ekbis

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

18 June 2026
Next Post
Industri Farmasi Nasional Tumbuh 32,35 Persen hingga Kuartal I-2024

Industri Farmasi Nasional Tumbuh 32,35 Persen hingga Kuartal I-2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini