Tuesday, September 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kondisi Ekonomi RI Bakal Terganggu jika Tak Lakukan Transisi Energi

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
16 August 2024
in Ekbis
Kondisi Ekonomi RI Bakal Terganggu jika Tak Lakukan Transisi Energi

Jakarta , Metapos.id – Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan apabila Indonesia tidak melakukan transisi energi, kondisi ekonomi dalam negeri akan terganggu.

“Buat Indonesia sendiri, tentunya climate issues dan energi transisi ini menjadi sesuatu yang sangat-sangat critical, bisa berdampak dari sisi ekonomi. Kalau kita tidak berenergi transisi, kondisi ekonomi kita tentunya akan bisa terganggu,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin.

BACA JUGA

Petrokimia Gresik Raih Paten Inovasi Silika

Menengs Buka Peluang Affiliate Marketing bagi Warga Banjar

Saat ini, negara-negara maju seperti Eropa disebut telah membuat Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM). Artinya, jika daya saing produk Indonesia tidak didorong transisi energi, maka barang-barang yang berasal dari tanah air bakal menjadi lebih mahal atau tak kompetitif.

Menurut dia, transisi energi memberikan banyak potensi dan manfaat terhadap sektor perekonomian. Misalnya, salah satu dari aspek konsep ESG (Environmental, Social, and Governance) yang menekankan urgensi perusahaan mempraktikkan berbagai program berkelanjutan (sustainable).

“ESG kadang-kadang kita anggap ini sebagai suatu biaya, tapi sebenarnya ke depan bisa menjadi satu investasi dan mungkin (jika perusahaan) tidak melakukan ESG, bahkan (biaya yang dikeluarkan) akan menjadi lebih mahal karena dampak-dampak ekonominya akan menjadi lebih mahal lagi jika kita tidak patuh. Jadi, lebih bagus kita patuhi sekarang, mungkin lebih efisien, mungkin lebih berguna buat kita,” ujar Rachmat.

Dia menegaskan bahwa negara seperti Indonesia harus mandiri dalam resiliensi energi, karena sangat berbahaya jika tergantung terhadap energi yang diimpor dari luar negeri. Kendati kini Indonesia masih mengekspor energi fosil, batu bara, dan komoditas energi yang tak terbarukan lainnya, tetapi harus dipersiapkan transisi energi agar sesuai dengan perkembangan zaman.

“Saat ini juga kita import 60 persen BBM (bahan bakar minyak) kita untuk kita pakai buat transportasi. Jadi ini juga menjadi risiko jika kita tidak punya kekuatan dalam negerinya. Belum lagi nanti ke depan walaupun kita menggunakan renewable energy (energi baru terbarukan), kita harus pastikan kita punya supply chain (rantai pasok) di Indonesia. Kalau tidak, nanti jangan sampai kita mau pakai solar panel tapi sedikit-sedikit harus impor,” kata dia pula.

Tags: Ekonomi RIKemenko marvesMetapos.id
Previous Post

MSIN Umumkan Rencana Stocksplit

Next Post

Pengusaha Optimistis Prospek Batu Bara Masih Cerah di Tahun Ini

Related Posts

Petrokimia Gresik Raih Paten Inovasi Silika
Ekbis

Petrokimia Gresik Raih Paten Inovasi Silika

22 September 2026
Menengs Buka Peluang Affiliate Marketing bagi Warga Banjar
Ekbis

Menengs Buka Peluang Affiliate Marketing bagi Warga Banjar

21 September 2026
Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Next Post
Bukit Asam Gunakan Kendaraan Listrik untuk Operasional Tambang

Pengusaha Optimistis Prospek Batu Bara Masih Cerah di Tahun Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini