Thursday, August 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mandiri Sekuritas Proyeksikan PDB RI Tumbuh 5,1 Persen di Tahun Ini

metaposmedia by metaposmedia
30 January 2024
in Ekbis
Bank Mandiri Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh di Atas 5 Persen

Jakarta, Metapos.id – PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar 5,1 persen di 2024 didorong oleh faktor-faktor, seperti konsumsi rumah tangga dan inflasi.

Chief Economist Mandiri Sekuritas Rangga Cipta mengatakan pihaknya tetap optimis akan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia di tahun Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan mendorong konsumsi, meski investasi berpotensi sedikit melambat karena menunggu hasil pemilu dan arah kebijakan di masa depan.

BACA JUGA

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

“Kami melihat ekonomi tumbuh 5,1 persen tahun 2024. Kita lihat mungkin konsumsi masyarakat bisa improve karena election effect. Adanya spillover dari election spending ke konsumsi rumah tangga. Itu sudah terbukti terjadi selalu pada tahun-tahun pemilu,” jelasnya pada acara Economic and Market Outlook 2024, Senin 29 Januari.

Rangga menjelaskan Pemilu akan berdampak positif bagi ekonomi nasional terutama kenaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Namun demikian, beberapa hal seperti sikap menunggu hasil Pemilu dari para investor dan volatilitas ekonomi global perlu diwaspadai.

Rangga menambahkan pertumbuhan juga akan didukung oleh belanja pemerintah melalui APBN yang meningkat menjelang pemilu. Ia mencontohkan seperti Presiden Jokowi yang memperpanjang bantuan sosial (bansos) hingga Juni 2024 dan melanjutkan beberapa proyek strategis nasional (PSN) yang masih tertunda.

Menurut Rangga hal tersebut, akan menjadi katalis positif dan memperbaiki realisasi belanja yang kurang baik di tahun 2023.

“Jadi saya pikir hal-hal ini lah yang mungkin bisa sedikit memperbaiki realisasi spending yang sebenarnya kurang bagus di 2023,” ucapnya.

Di sisi lain, Rangga menyampaikan pertumbuhan belanja dan konsumsi dapat menahan dampak negatif investasi yang akan melambat selama pemilu berlangsung, karena para investor cenderung wait and see terhadap kontestasi politik ini.

“Hitungan kita secara net efek election spending akan sedikit lebih positif untuk bisa offset efek negatif dari investasi. Makanya kita lihat mungkin pertumbuhan ekonomi akan naik lebih sedikit dibandingkan 2023,” Ujarnya.

Selain itu, Rangga melihat ada potensi perbaikan dari sisi fiskal meski tidak sesuai target pemerintah dan memprediksi defisit APBN di kisaran 1,7 persen, lebih baik dari ekspektasi sebelumnya 2,3 persen.

Rangga juga menyampaikan Mandiri Sekuritas memproyeksikan inflasi di 2024 tetap stabil di sekitar 3,2 persen dan suku bunga Bank Indonesia (BI) turun sebesar 75bp ke 5,25 persen. Meskipun masih terdapat efek rambatan El Nino yang membuat panen raya terlambat.

“Kita takutnya di first half ini ada kekurangan pasokan makanan, sehingga inflasi makanan akan terakselerasi. Tapi secara umum inflasi akan stabil seperti target BI 1,5 persen – 3,5 persen, sehingga tidak ada risiko seperti yang terjadi di tahun 2022,” tuturnya.

Sedangkan untuk nilai tukar Rupiah, Rangga memperkirakan akan menguat ke level Rp14.900 secara rata-rata, namun masih dipengaruhi volatilitas ekonomi global di kuartal I-2024.

Sementara untuk pasar saham, Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai 7.640 di 2024.

Sentral bank di berbagai negara telah menaikkan tingkat suku bunga sebesar 250 bps hingga 525 bps dalam sekitar 2 tahun belakangan yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Namun demikian, Indonesia termasuk dalam ASEAN-5 diproyeksikan masih tetap tumbuh secara resilien di tengah volatilitas global.

Tags: Mandiri sekuritasMetapos.idPDB
Previous Post

Tumbuhkan Minat Baca Anak, WOM FinanceDonasikan 1.000 Buku

Next Post

Kapasitas Listrik Nasional Mencapai 72.976 MW

Related Posts

PLN
Ekbis

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

6 August 2026
Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC
Ekbis

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

6 August 2026
purbaya
Ekbis

Kemenkeu Ambil Alih Saham BUMN di Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

5 August 2026
Halal Indo 2026
Ekbis

Halal Indo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Nasional

5 August 2026
Malaysia
Ekbis

Malaysia Pimpin Daftar Negara Terbaik bagi Digital Nomad pada 2026

4 August 2026
Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University
Ekbis

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

4 August 2026
Next Post
PLN Berhasil Menghubungkan 10 km Jalan di Sulawesi Berkat Pengolahan FABA

Kapasitas Listrik Nasional Mencapai 72.976 MW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini