Metapos.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan tidak ada kematian baru akibat wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius. Risiko kesehatan masyarakat global juga dinilai masih berada pada tingkat rendah.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan hingga 12 Mei 2026 terdapat total 11 kasus yang telah dilaporkan kepada WHO. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (13/5/2026).
Dari total kasus yang ditemukan, delapan di antaranya telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Kasus tersebut diketahui disebabkan oleh virus Andes.
Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi atau kotorannya. Namun, strain virus Andes juga diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dalam waktu lama.
WHO menyebut masih ada satu kasus tambahan yang saat ini menjalani pengujian laboratorium lebih lanjut. Proses pemantauan terhadap penumpang dan kru kapal juga terus dilakukan.
“WHO terus menilai risiko terhadap populasi global sebagai rendah,” ujar Ghebreyesus. Ia memastikan koordinasi internasional terkait wabah tersebut masih terus berlangsung.
WHO juga tetap menjalin komunikasi dengan para ahli kesehatan dari berbagai negara yang terlibat. Laporan kesehatan mingguan mengenai kondisi penumpang dan kru kapal masih diterima melalui jalur resmi Peraturan Kesehatan Internasional.
Langkah koordinasi internasional dilakukan untuk mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat. WHO menegaskan pemantauan situasi masih terus berjalan hingga saat ini.
Sebelumnya, wabah hantavirus di kapal MV Hondius sempat menjadi perhatian dunia internasional. Kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada 2 Mei 2026.
Dalam laporan sebelumnya, tercatat tiga orang meninggal dunia akibat wabah hantavirus di kapal pesiar tersebut. Hingga kini, WHO masih terus memantau perkembangan situasi secara ketat.






