• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, March 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Trump Klaim AS Serang Pelabuhan Venezuela yang Diduga Basis Penyelundupan Narkoba

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
30 December 2025
in Internasional
Trump Klaim AS Serang Pelabuhan Venezuela yang Diduga Basis Penyelundupan Narkoba
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap sebuah kawasan pelabuhan yang diduga digunakan jaringan penyelundup narkoba asal Venezuela. Ia menyebut serangan tersebut menyebabkan “ledakan besar” di lokasi yang diklaim sebagai titik pemuatan kapal pengangkut narkoba.

 

Meski demikian, Trump tidak merinci kapan dan di mana tepatnya serangan tersebut berlangsung. Hingga saat ini, pemerintah Venezuela juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.

 

Sejumlah media Amerika Serikat, seperti CNN dan The New York Times, melaporkan bahwa ledakan tersebut diduga berasal dari serangan drone yang dilakukan Badan Intelijen Pusat AS (CIA), mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut. Jika terbukti benar, aksi ini akan menjadi operasi AS pertama yang diketahui berlangsung langsung di wilayah Venezuela.

 

Sejak September lalu, Amerika Serikat dilaporkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang dituding terlibat dalam penyelundupan narkoba. Lebih dari 20 kapal di kawasan Pasifik dan Karibia disebut menjadi sasaran, dengan laporan menyebut sedikitnya 100 orang tewas dalam rangkaian operasi tersebut.

 

Serangan terbaru dilaporkan terjadi pada Senin, ketika Komando Selatan AS mengumumkan tewasnya dua orang yang mereka sebut sebagai “narco-terrorists” dalam operasi militer di wilayah Pasifik timur.

 

Trump sebelumnya juga beberapa kali melontarkan ancaman aksi militer darat di Venezuela, serta memberikan persetujuan terhadap operasi rahasia CIA sebagai bagian dari tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Saat ditanya apakah CIA terlibat dalam serangan pelabuhan tersebut, Trump enggan memberikan jawaban langsung.

 

“Saya tahu siapa yang melakukannya, tapi saya tidak ingin mengatakannya,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa target AS tidak hanya kapal penyelundup, tetapi juga fasilitas yang menjadi pusat kegiatan mereka.

 

Ini bukan kali pertama Trump menyinggung insiden tersebut. Dalam wawancara radio pekan lalu, ia juga menyebut adanya serangan terhadap sebuah “fasilitas besar”, tanpa menjelaskan detail lebih lanjut.

 

Pentagon mengalihkan pertanyaan media ke Gedung Putih, sementara pihak Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi. Berbeda dengan operasi sebelumnya, hingga kini belum ada gambar atau rekaman video yang dirilis untuk mengonfirmasi serangan di area pelabuhan.

 

Pemerintahan Trump menyebut operasi militer di Karibia dan Pasifik timur sebagai upaya memerangi terorisme narkoba yang dianggap mengancam keamanan nasional AS. Untuk mendukung operasi tersebut, sekitar 15.000 personel militer AS dikerahkan, termasuk kapal induk, kapal perusak rudal, dan kapal serbu amfibi.

 

Tujuan utama pengerahan ini adalah menghentikan aliran fentanyl dan kokain ke Amerika Serikat. Salah satu armada yang dikerahkan adalah USS Gerald Ford, kapal induk terbesar di dunia, yang dilaporkan digunakan sebagai basis helikopter sebelum penyitaan kapal tanker minyak Venezuela pada 10 Desember lalu.

 

Pemerintah AS menuduh Venezuela memanfaatkan pendapatan minyak untuk mendanai kejahatan narkoba. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Venezuela, yang menyebut penyitaan kapal sebagai tindakan pembajakan.

 

Presiden Nicolás Maduro juga menolak tudingan keterlibatannya dalam kartel narkoba, serta menilai perang melawan narkoba digunakan AS sebagai dalih untuk menekan pemerintahannya dan menguasai cadangan minyak Venezuela. Saat ditanya apakah operasi tersebut bertujuan mendorong Maduro lengser, Trump mengatakan langkah itu “mungkin saja” berdampak ke arah tersebut, namun menegaskan keputusan tetap berada di tangan Maduro.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: Amerika SerikatMetapos.idPelabuhan VenezuelaPenyelundupan NarkobaPresiden Donald Trump
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Prabowo Apresiasi Jepang, WNI Dapat Banyak Kesempatan Magang dan Belajar

Prabowo Apresiasi Jepang, WNI Dapat Banyak Kesempatan Magang dan Belajar

by Taufik Hidayat
31 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Jepang atas banyaknya kesempatan magang dan pendidikan yang diberikan kepada...

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah

by Taufik Hidayat
31 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan di tengah isu yang beredar luas...

Puasa Syawal 2026 Lengkap dengan Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh

Puasa Syawal 2026 Lengkap dengan Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh

by Desti Dwi Natasya
31 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Puasa Syawal 2026 bisa mulai dilakukan setelah Idulfitri pada 21 Maret. Jadi, umat Muslim dapat langsung melanjutkan...

Kasus Mutilasi Bekasi dalam Freezer: Penadah Ditangkap, Potongan Tubuh Korban Ditemukan

Kasus Mutilasi Bekasi dalam Freezer: Penadah Ditangkap, Potongan Tubuh Korban Ditemukan

by Taufik Hidayat
31 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kasus mutilasi di Bekasi yang jasad korbannya ditemukan di dalam freezer terus berkembang. Polisi kembali menangkap satu...

Next Post
Kasus Superflu H3N2 Meningkat, Masyarakat Indonesia Diminta Waspada

Kasus Superflu H3N2 Meningkat, Masyarakat Indonesia Diminta Waspada

Recommended.

Penyelamatan AJB Bumiputera 1912, Diambil Alih Negara

Penyelamatan AJB Bumiputera 1912, Diambil Alih Negara

12 November 2022
Terapkan Good Mining Practice, TIA Raih Penghargaan ASEAN Coal Awards

Terapkan Good Mining Practice, TIA Raih Penghargaan ASEAN Coal Awards

28 August 2023

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini