• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Saturday, February 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Trump Klaim AS Serang Pelabuhan Venezuela yang Diduga Basis Penyelundupan Narkoba

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
30 December 2025
in Internasional
Trump Klaim AS Serang Pelabuhan Venezuela yang Diduga Basis Penyelundupan Narkoba
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap sebuah kawasan pelabuhan yang diduga digunakan jaringan penyelundup narkoba asal Venezuela. Ia menyebut serangan tersebut menyebabkan “ledakan besar” di lokasi yang diklaim sebagai titik pemuatan kapal pengangkut narkoba.

 

Meski demikian, Trump tidak merinci kapan dan di mana tepatnya serangan tersebut berlangsung. Hingga saat ini, pemerintah Venezuela juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.

 

Sejumlah media Amerika Serikat, seperti CNN dan The New York Times, melaporkan bahwa ledakan tersebut diduga berasal dari serangan drone yang dilakukan Badan Intelijen Pusat AS (CIA), mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut. Jika terbukti benar, aksi ini akan menjadi operasi AS pertama yang diketahui berlangsung langsung di wilayah Venezuela.

 

Sejak September lalu, Amerika Serikat dilaporkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang dituding terlibat dalam penyelundupan narkoba. Lebih dari 20 kapal di kawasan Pasifik dan Karibia disebut menjadi sasaran, dengan laporan menyebut sedikitnya 100 orang tewas dalam rangkaian operasi tersebut.

 

Serangan terbaru dilaporkan terjadi pada Senin, ketika Komando Selatan AS mengumumkan tewasnya dua orang yang mereka sebut sebagai “narco-terrorists” dalam operasi militer di wilayah Pasifik timur.

 

Trump sebelumnya juga beberapa kali melontarkan ancaman aksi militer darat di Venezuela, serta memberikan persetujuan terhadap operasi rahasia CIA sebagai bagian dari tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Saat ditanya apakah CIA terlibat dalam serangan pelabuhan tersebut, Trump enggan memberikan jawaban langsung.

 

“Saya tahu siapa yang melakukannya, tapi saya tidak ingin mengatakannya,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa target AS tidak hanya kapal penyelundup, tetapi juga fasilitas yang menjadi pusat kegiatan mereka.

 

Ini bukan kali pertama Trump menyinggung insiden tersebut. Dalam wawancara radio pekan lalu, ia juga menyebut adanya serangan terhadap sebuah “fasilitas besar”, tanpa menjelaskan detail lebih lanjut.

 

Pentagon mengalihkan pertanyaan media ke Gedung Putih, sementara pihak Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi. Berbeda dengan operasi sebelumnya, hingga kini belum ada gambar atau rekaman video yang dirilis untuk mengonfirmasi serangan di area pelabuhan.

 

Pemerintahan Trump menyebut operasi militer di Karibia dan Pasifik timur sebagai upaya memerangi terorisme narkoba yang dianggap mengancam keamanan nasional AS. Untuk mendukung operasi tersebut, sekitar 15.000 personel militer AS dikerahkan, termasuk kapal induk, kapal perusak rudal, dan kapal serbu amfibi.

 

Tujuan utama pengerahan ini adalah menghentikan aliran fentanyl dan kokain ke Amerika Serikat. Salah satu armada yang dikerahkan adalah USS Gerald Ford, kapal induk terbesar di dunia, yang dilaporkan digunakan sebagai basis helikopter sebelum penyitaan kapal tanker minyak Venezuela pada 10 Desember lalu.

 

Pemerintah AS menuduh Venezuela memanfaatkan pendapatan minyak untuk mendanai kejahatan narkoba. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Venezuela, yang menyebut penyitaan kapal sebagai tindakan pembajakan.

 

Presiden Nicolás Maduro juga menolak tudingan keterlibatannya dalam kartel narkoba, serta menilai perang melawan narkoba digunakan AS sebagai dalih untuk menekan pemerintahannya dan menguasai cadangan minyak Venezuela. Saat ditanya apakah operasi tersebut bertujuan mendorong Maduro lengser, Trump mengatakan langkah itu “mungkin saja” berdampak ke arah tersebut, namun menegaskan keputusan tetap berada di tangan Maduro.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: Amerika SerikatMetapos.idPelabuhan VenezuelaPenyelundupan NarkobaPresiden Donald Trump
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Inter vs Juventus: Duel Elite Derby d’Italia, Pertarungan Dua Mesin Gol Serie A

Inter vs Juventus: Duel Elite Derby d’Italia, Pertarungan Dua Mesin Gol Serie A

by Taufik Hidayat
14 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta - Derby d’Italia kembali menghangatkan akhir pekan ketika Inter Milan menghadapi Juventus dalam lanjutan Liga Italia. Duel prestisius...

Jaksa Tuntut 18 Tahun Penjara Kerry Adrianto Riza dalam Kasus Korupsi Minyak

Jaksa Tuntut 18 Tahun Penjara Kerry Adrianto Riza dalam Kasus Korupsi Minyak

by Taufik Hidayat
14 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Muhammad Kerry Adrianto Riza, beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa sekaligus putra pengusaha Riza Chalid, menghadapi tuntutan 18...

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Usai Polisi Temukan Koper Narkoba

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Usai Polisi Temukan Koper Narkoba

by Taufik Hidayat
14 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Kepolisian resmi menetapkan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai tersangka kasus peredaran narkoba setelah...

Citilink dan AQUA Hadirkan Livery “Semangat Gerak!” di Airbus A320

Citilink dan AQUA Hadirkan Livery “Semangat Gerak!” di Airbus A320

by Rahmat Herlambang
13 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Citilink bersama AQUA meluncurkan pesawat Airbus A320 dengan desain livery khusus bertema “Semangat Gerak!”. Kolaborasi ini menjadi...

Next Post
Kasus Superflu H3N2 Meningkat, Masyarakat Indonesia Diminta Waspada

Kasus Superflu H3N2 Meningkat, Masyarakat Indonesia Diminta Waspada

Recommended.

Vaksin Indovac Bakal Berbayar Rp100.000 per Dosis

Vaksin Indovac Bakal Berbayar Rp100.000 per Dosis

23 August 2022
Sri Mulyani: Eselon I Kementerian Keuangan Harus Mengajar di STAN

Menkeu Sri Mulyani Kucurkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Sekolah Unggulan

12 February 2025

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini