Metapos.id, Jakarta — Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut. Upaya untuk menghentikan perang juga belum menemukan kesepakatan antara kedua negara.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menolak proposal terbaru dari Teheran yang berkaitan dengan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Proposal tersebut menawarkan penghentian pertempuran selama tujuh hari. Setelah itu, Selat Hormuz akan kembali dibuka dengan syarat Amerika Serikat memenuhi sejumlah permintaan dari Iran.
Usulan tersebut disampaikan melalui mediator konflik AS-Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan lalu.
Trump kemudian menolak proposal tersebut. Ia bahkan sempat mempertimbangkan opsi untuk kembali melancarkan serangan terhadap Teheran.
Meski demikian, Trump mengatakan proses komunikasi dengan Iran masih berpeluang dilanjutkan. Dalam wawancara dengan Axios yang dikutip AFP dan Anadolu Agency, ia memperkirakan pembicaraan baru akan berlangsung pada pekan ini.
“Saya memperkirakan akan ada lebih banyak pembicaraan dengan Iran (pekan ini),” kata Trump, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (30/9/26).
Trump menyebut Iran memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan. Namun, ia menegaskan proposal yang disampaikan Teheran tidak sesuai dengan kesepakatan yang diinginkannya.
“Mereka (Iran-red) ingin mencapai kesepakatan, tetapi itu bukan kesepakatan yang ingin saya buat. Itu adalah kesepakatan yang mungkin akan kita setujui setahun yang lalu,” ujarnya.
Trump juga menilai Iran terlalu percaya diri dalam menghadapi proses negosiasi dengan Amerika Serikat.
“Mereka terlalu percaya diri dengan posisi tawar mereka,” ucap Trump.







