• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, April 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Sport

Timnas Terancam Tersingkir, NOC Indonesia Lakukan Lobi Intensif ke QFA

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
21 February 2026
in Sport
Timnas Terancam Tersingkir, NOC Indonesia Lakukan Lobi Intensif ke QFA
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun komunikasi strategis dengan Qatar Football Association (QFA) terkait peluang partisipasi tim sepak bola Indonesia dalam agenda olahraga internasional tahun 2026.

Okto menyampaikan, komunikasi tersebut dilakukan langsung dengan Ketua Sepak Bola Qatar, Jassim Al-Buenain, sebagai bagian dari langkah diplomasi olahraga untuk memperjuangkan keterlibatan Timnas Indonesia dalam ajang multievent tingkat Asia.

“Saya sudah berkomunikasi langsung dua hari lalu dengan Ketua Sepak Bola Qatar, Jassim Al-Buenain. Ia juga menilai bahwa ini merupakan hal yang patut diperjuangkan bersama,” kata Okto di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Okto saat menghadiri pertemuan bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kudumo, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta.

Sebelumnya, skuad Garuda dikabarkan berpeluang tidak ambil bagian dalam Asian Games 2026 menyusul perubahan sistem kompetisi yang ditetapkan oleh Asian Football Confederation (AFC) dan Olympic Council of Asia (OCA).
Dalam regulasi tersebut, OCA hanya menetapkan 16 tim sebagai peserta cabang olahraga sepak bola putra, yang berasal dari negara-negara peserta Piala Asia U-23 2026.

Kebijakan ini menuai keberatan dari NOC Indonesia karena dinilai tidak melalui mekanisme kualifikasi terbuka sebagaimana praktik yang selama ini berlaku.

“Jika sepak bola ditentukan melalui sistem grading tanpa proses kualifikasi, itu bukan praktik yang lazim. Biasanya Asian Games memberi ruang partisipasi yang setara bagi semua negara,” tegas Okto.

Ia menambahkan, setiap perubahan kebijakan dalam penyelenggaraan agenda olahraga internasional harus disampaikan secara terbuka dan melalui mekanisme resmi demi menjaga prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas.

“Jika memang ada kendala teknis, termasuk soal kesiapan tuan rumah, itu bisa dibahas. Namun proses sosialisasinya harus jelas, terbuka, dan adil bagi semua pihak,” tutupnya.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: Erik TohirIndonesianJassim Al-BuenainkeikutsertaanKomunikasiMetapos.idNOCOlimpiadeQFARaja Sapta Odangsepak bola
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Ini Peringatan BMKG

Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Ini Peringatan BMKG

by Taufik Hidayat
8 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang...

Conte Isyaratkan Kesiapan Kembali Latih Timnas Italia

Conte Isyaratkan Kesiapan Kembali Latih Timnas Italia

by Taufik Hidayat
8 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pelatih Napoli, Antonio Conte, memberi sinyal terbuka untuk kembali menukangi Timnas Italia setelah kegagalan tim tersebut lolos...

“Sentuh Energi Kami, Internet Dunia Kami Matikan” — Iran Ancam Jalur Digital Global

“Sentuh Energi Kami, Internet Dunia Kami Matikan” — Iran Ancam Jalur Digital Global

by Taufik Hidayat
7 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Dunia menghadapi potensi tekanan pada sektor digital global seiring meningkatnya ketegangan antara Donald Trump dan pemerintah Iran....

Herbalife Perkuat Komitmen Syariah

Herbalife Perkuat Komitmen Syariah

by metaposmedia
7 April 2026
0

Direktur & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko (kiri) dan, Dewan Pengawas Syariah Herbalife, Fauzan Sugiyono berfoto...

Next Post
Gempa 4,6 M Terjadi di Kabupaten Tangerang, Warga Tak Merasakan Getaran

Gempa 4,6 M Terjadi di Kabupaten Tangerang, Warga Tak Merasakan Getaran

Recommended.

BTN Dukung Pembiayaan Rumah Bagi Karyawan Industri Media

BTN Dukung Pembiayaan Rumah Bagi Karyawan Industri Media

6 May 2025
Veda Pratama Incar Performa Gemilang di GP Amerika

Veda Pratama Incar Performa Gemilang di GP Amerika

24 March 2026

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini