• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, March 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Telkom dan PLN Icon Plus Akan Bangun Infrastruktur Telekomunikasi di IKN

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
15 January 2024
in Ekbis
OIKN Bocorkan Jadwal Groundbreaking IKN Tahap Ketiga

General view of core goverment area construction of Indonesia's new capital, known as Nusantara National Capital (IKN), in Sepaku, East Kalimantan province, Indonesia, March 8, 2023. REUTERS/Willy Kurniawan

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,Metapos.id – Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Silvia Hakim mengatakan, ada dua BUMN yang akan perdana menyediakan infrastruktur telekomunikasi di IKN, yakni Telkom dan Icon Plus milik PLN.

“Kami mengusung business as usual/investasi. Dari proses itu, kami berhasil mendapatkan dua badan usaha yang akan menyediakan infrastruktur telekomunikasi, yaitu PT Telkom Indonesia dan Icon Plus,” kata Silvia dalam Public Expose Penyelenggara Infrastruktur Bersama Telekomunikasi dan Market Briefing di The Westin, Jakarta, Senin, 15 Januari.

Silvia mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan. Sebab, pihaknya akan betul-betul memastikan dan mengejar agar infrastruktur telekomunikasi sudah siap beroperasi pada Agustus mendatang.

“Yang diharapkan, kami mau nanti badan usaha lainnya bisa terlibat dalam penyediaan telekomunikasi IKN,” ujarnya.

Menurut Silvia, saat ini di IKN sendiri tengah dibangun konsep shared infrastruktur yang disebut Multi Utility Tunnel (MUT). Artinya, semua penyedia jasa telekomunikasi bisa ikut berpartisipasi dalam menyediakan jaringan telekomunikasi di IKN.

“Jadi, konsep shared itu satu infrastruktur bisa dipakai ramai-ramai. Artinya, semua penyedia jasa telekomunikasi bisa ikutan, jadi tidak dilintasi oleh Telkom dan Icon Plus saja karena memang salah satu prinsip dasar dari shared infrastruktur itu adalah harus terbuka untuk semua badan usaha telekomunikasi dan harus nondiskriminatif,” tuturnya.

“Jadi, kesempatan untuk semua badan usaha terlibat dalam penyediaan telekomunikasi di IKN itu luas. Kami mau mengundang partisipasi badan usaha lainnya untuk ke depannya juga,” imbuhnya.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: IKNMetapos.idPLNTelkom
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

KBI Perkuat Sosialisasi Is-Ware Next Gen Jelang Musim Panen 2026

KBI Perkuat Sosialisasi Is-Ware Next Gen Jelang Musim Panen 2026

by Rahmat Herlambang
9 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), anggota holding BUMN Danareksa, terus memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan nasional...

Nadiem Bantah Isu Penghasilan Rp6 Triliun, Sebut Salah Tafsir Data SPT

Nadiem Bantah Isu Penghasilan Rp6 Triliun, Sebut Salah Tafsir Data SPT

by Rahmat Herlambang
9 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim memberikan klarifikasi terkait isu lonjakan penghasilan sebesar...

BEI Hadirkan Mode Syariah di Aplikasi IDX Mobile untuk Permudah Investor

BEI Hadirkan Mode Syariah di Aplikasi IDX Mobile untuk Permudah Investor

by Rahmat Herlambang
9 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan fitur mode syariah pada aplikasi IDX Mobile sebagai upaya memperluas akses...

Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1447 H Digelar 19 Maret 2026, Potensi Perbedaan Lebaran Masih Ada

Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1447 H Digelar 19 Maret 2026, Potensi Perbedaan Lebaran Masih Ada

by Taufik Hidayat
9 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal 1 Syawal 1447 Hijriah...

Next Post
Ekspor RI Amblas Empat Bulan Berturut-turut

BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus 3,31 Miliar Dolar AS di Desember 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Konferensi Nasional IKAI:Keberlanjutan dan Pertumbuhan Perseroan melalui Pengawasan Risiko

Konferensi Nasional IKAI:Keberlanjutan dan Pertumbuhan Perseroan melalui Pengawasan Risiko

19 October 2023
Terowongan Cawang Tergenang, Banyak Motor Mogok Setelah Nekat Terobos Banjir

Terowongan Cawang Tergenang, Banyak Motor Mogok Setelah Nekat Terobos Banjir

18 November 2025

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
NHL Kembali ke Olimpiade 2026, AS Tantang Dominasi Kanada di Milan

Hukum Merayakan Valentine dalam Islam, Ini Penjelasan dan Dasarnya

12 February 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini