Categories
Ekbis

Chandra Asri Tunjuk Lisensor Pabrik Ethylene Dichloride untuk Melayani Pasar Asia Tenggara

Jakarta,Metapos.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) melalui anak perusahaannya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), telah menandatangani Perjanjian Lisensi, Rekayasa Dasar dan Layanan Teknis dengan lisensor teknologi vinil terkemuka asal Amerika Serikat untuk mendirikan pabrik ethylene dichloride (EDC). Pendirian pabrik EDC ini selaras dengan rencana bisnis Perusahaan yang hendak mengembangkan pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride (pabrik CA-EDC) terintegrasi berskala dunia. Selain itu, Perseroan kini juga tengah melakukan proses seleksi kontraktor teknis, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) untuk pabrik CA-EDC.

Pabrik CA-EDC yang nantinya dioperasikan oleh anak usaha CAP2, PT Chandra Asri Alkali, akan memproduksi 500.000 metrik ton ethylene dichloride per tahun serta lebih dari 400.000 metrik ton caustic soda per tahun. Kehadiran pabrik EDC diharapkan dapat membantu kekurangan bahan baku di Asia Tenggara akibat meningkatnya permintaan pada rantai produk vinyl. Ethylene dichloride umumnya digunakan sebagai bahan kimia perantara pembuatan PVC (polyvinyl chloride), yaitu plastik yang umum digunakan pada pipa disektor konstruksi.

Sebagai mitra pertumbuhan, Chandra Asri berupaya mendukung sektor konstruksi dan infrastruktur di tingkat regional dengan menyediakan bahan baku polimer berkualitas tinggi untuk polyvinyl chloride. Dengan pembangunan pabrik EDC ini, Chandra Asri juga turut berkontribusi pada pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor dengan secara berkelanjutan menangkap peluang bisnis yang ada.

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra, mengatakan, “Chandra Asri bangga dapat berkolaborasi dengan lisensor teknologi vinil terkemuka asal Amerika dalam mengembangkan pabrik ethylene dichloride berskala dunia. Kami berharap kerjasama ini akan membantu Chandra Asri menjalankan strategi intinya dalam mencapai pertumbuhan transformasional serta mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi produsen petrokimia terbesar di ASEAN sekaligus mitra strategis bagi sektor hilir. Proyek pabrik EDC ini juga sejalan dengan rencana Perusahaan untuk mengembangkan kompleks petrokimia skala dunia kedua, CAP2.”

Sebelumnya, Chandra Asri dan Indonesia Investment Authority (INA) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk berkolaborasi mengembangkan proyek CA-EDC. Asahi Kasei Corporation (AKC), lisensor terkemuka kelas dunia dengan teknologi chlor-alkali yang canggih, dari Jepang, juga telah ditunjuk sebagai pemberi lisensi teknologi untuk pabrik chlor-alkali. Pabrik CA-EDC milik CAA ini akan dibangun di Cilegon.

Categories
Industri

Chandra Asri dan NIPPON SHOKUBAI Group Tandatangani Nota Kesepahaman Jajaki Peluang Bisnis Kimia Hijau Berbahan Baku Terbarukan

Metapos, Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), NIPPON SHOKUBAI CO., LTD. (NSCL), dan PT NIPPON SHOKUBAI INDONESIA (NSI) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU) untuk bersama-sama menjajaki peluang bisnis kimia hijau. Melalui Nota Kesepahaman ini, Chandra Asri dan NSCL serta afiliasinya, NSI (kedua Perusahaan selanjutnya disebut “NIPPON SHOKUBAI Group”), akan menjajaki potensi untuk memproduksi bahan ‘bio’ seperti bio-naphtha, bio-olefins, dan berbagai produk yang menggunakan energi terbarukan, untuk menghasilkan produk turunan yang berkelanjutan seperti acrylic acid (AA), acrylic ester (AES), dan superabsorbent polymer (SAP).

Studi akan dilakukan untuk menguji kelayakan produksi bahan baku ‘bio’ serta menciptakan rantai pasok hijau baru di pabrik Chandra Asri dan NSI yang ada di Cilegon, memaksimalkan jejak aset, kompetensi inti, dan teknologi Perusahaan. Inisiatif ini sebagai bagian dari implementasi program Kerangka Kerja Environmental, Social and Governance (ESG) Chandra Asri yang diluncurkan pada tahun 2022. Ini juga selaras dengan fokus Chandra Asri yang hendak mempertahankan posisinya, termasuk tercatat dalam persentil 1 teratas diantara perusahaan sejenis, seperti yang dinilai oleh Sustainalytics, yaitu lembaga pemeringkat ESG global. Proyek ‘bio’ ini juga direncanakan akan disertifikasi oleh lembaga sertifikasi independen.

Kerja sama yang dijalin selaras dengan “Inisiatif Transformasi Strategis untuk Lingkungan” dalam visi jangka panjang Grup NIPPON SHOKUBAI, “Techno Amenity untuk masa depan” dan “Mempromosikan penggunaan bahan berbasis bio (bio-based materials)” dalam peta jalannya untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tahun 2050.

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra, mengatakan, “Kami sangat antusias untuk menjajaki potensi kolaborasi antara Chandra Asri dan NIPPON SHOKUBAI Group dalam menghasilkan bahan baku ramah lingkungan bagi industri kimia Indonesia yang berkembang pesat. Chandra Asri fokus meningkatkan proses, produk, dan penggunaan bahan baku kami secara berkelanjutan dengan tujuan yang jelas dalam memastikan penghematan energi, optimasi karbon, dan mewujudkan green-based horizon. Kerja sama yang dijalin dengan NIPPON SHOKUBAI Group ini menandai satu langkah lagi perjalanan Perusahaan ke arah tersebut dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik akan produk turunan ‘bio’-kimia yang lebih ramah lingkungan, seperti green plastic, yang diyakini memiliki emisi lebih rendah. Kami berharap upaya ini dapat mendukung Strategi Jangka Panjang Indonesia untuk Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050 (Indonesia Vision 2050 LTS-LCCR).”

Presiden Direktur NSI, Shinichiro Yoshimoto, menyatakan, “Kami senang dapat memulai kolaborasi yang

menantang ini bersama dengan Chandra Asri. NIPPON SHOKUBAI Group telah mengembangkan sistem pasokan global untuk SAP. SAP adalah bahan utama untuk popok sekali pakai, dibuat dari AA yang diproduksi dari propylene, dipasok oleh Chandra Asri. Bertujuan untuk mencapai netralitas karbon (carbon neutrality), melalui kerja sama dengan Chandra Asri, NSI akan mempelajari untuk membangun sistem untuk memasok produk berbasis bahan baku ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Produk-produk ini akan berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 selama siklus hidup produk (product life cycle)”.

Categories
Industri

PEFINDO Menetapkan Peringkat “idAA-“ (Stabil) untuk Chandra Asri dan Surat Utang yang Diterbitkan

Metapos ,Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat “idAA“untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA/Chandra Asri) dan obligasi yang beredar. Outlook untuk peringkat Perusahaan diafirmasi Stabil.

Peringkat tersebut mencerminkan pandangan PEFINDO terhadap posisi terdepan Chandra Asri di industri petrokimia dalam negeri yang didukung oleh sinergi dengan mitra strategisnya, operasional yang terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendukung yang memuaskan pasca akuisisi saham perusahaan utilitas, dan likuiditas yang kuat dengan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat.

Chief Financial Officer Chandra Asri, Andre Khor, mengatakan “Kami senang PEFINDO menegaskan dan membedakan stabilitas peringkat kredit kami, mengakui perputaran kinerja keuangan kami di tahun 2023 ini, dan kekuatan kualitas neraca kami dengan kumpulan likuiditas sekitar USD2 miliar yang terdiri dari kas dan setara kas ditambah dengan surat berharga.

Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai sinergi yang ditargetkan dalam akuisisi aset infrastruktur kami yaitu Krakatau Daya Listrik dan Krakatau Tirta Industri, melalui peningkatan pendapatan, efisiensi operasional, dan optimalisasi modal.

Kami akan terus menjaga kehati-hatian keuangan dan disiplin modal, karena kami memprioritaskan pengembalian yang lebih tinggi, risiko yang lebih rendah, dan investasi pengembalian yang lebih cepat di area dimana Chandra Asri memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, selaras dengan pengumuman penandatanganan nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MOU) kami baru-baru ini dengan Indonesia Investment Authority (INA), sovereign wealth fund Indonesia, untuk mengejar pengembangan Pabrik chlor-alkali berskala global di Indonesia sebagai bagian dari rencana ekspansi CAP2.”

Penerbitan peringkat idAA- didapatkan dari Pefindo, lembaga pemeringkat kredit tertua dan terpercaya di Indonesia. Pefindo menilai kemampuan Chandra Asri untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas surat utang tersebut sangat kuat, dibandingkan obligor Indonesia lainnya.

Categories
Industri

Krakatau Steel dan Chandra Asri Resmi Tandatangani Akta Jual Beli Saham Untuk Penutupan Transaksi

Metapos, Jakarta – Anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yaitu PT Krakatau Sarana Infrastruktur (“PT KSI”) telah resmi melakukan penutupan transaksi atas Conditional Shares and Purchase Agreement (“CSPA”) atau Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (“Chandra Asri“) melalui afiliasinya pada Senin, 27 Februari 2023. Prosesi ini dilakukan dengan penandatangan oleh Plt. Direktur Utama PT KSI Anton Firdaus dan Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra yang disaksikan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Purwono Widodo.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Purwono Widodo menjelaskan, “Dengan adanya penandatanganan ini maka Chandra Asri menjadi pemegang saham dua anak usaha PT KSI”. 

Purwono menambahkan bahwa seluruh kondisi dalam CSPA telah dipenuhi sehingga dengan penandatanganan Akta Jual Beli Saham ini, maka pengalihan saham PT Krakatau Daya Listrik (“PT KDL”) sebesar 70% dan PT Krakatau Tirta Industri (“PT KTI”) sebesar 49% dari PT KSI kepada Chandra Asri dengan nilai total sebesar Rp3,24 Triliun menjadi sah.

Purwono Widodo juga menyampaikan bahwa setelah penandatanganan Akta Jual Beli Saham, hasil transaksi ini akan digunakan untuk pembayaran hutang Tranche B yang direncanakan selesai pada akhir tahun 2023.

Dengan kerja sama ini, maka terjalin sinergi antara PT KSI dan Chandra Asri yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pasokan air dan energi untuk kebutuhan industri di Cilegon dan juga masyarakat sekitar.

Direktur Utama PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, Erwin Ciputra mengatakan, “Sebagai mitra pertumbuhan, kami juga mengharapkan agar sinergi ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi pemangku kepentingan serta meningkatkan layanan publik seperti penyediaan listrik dan air bersih untuk industri di wilayah Cilegon serta dapat membuka lapangan kerja seiring dengan pengembangan bisnis”.

Lebih lanjut, Erwin mengatakan aksi korporasi ini juga dilakukan untuk memanfaatkan utilitas sebagai penunjang proses operasional, teknis dan keuangan terutama untuk pengembangan kompleks petrokimia kedua Chandra Asri yang berskala global (“CAP2”) ke depan.

Erwin menjelaskan, “Akuisisi “bolt-on” yang dilakukan Chandra Asri ini merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan seluruh aset infrastruktur, penyediaan listrik dan air yang dimiliki oleh PT KDL dan PT KTI dalam memenuhi kebutuhan industri di Cilegon serta mendukung kebutuhan rencana ekspansi CAP2.“

“Kami optimistis kolaborasi kedua perusahaan ini akan memberikan dampak positif dan bernilai tambah pada pengembangan bisnis bagi kedua belah pihak. Selain itu, transaksi ini merupakan bukti pelaksanaan komitmen Krakatau Steel dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian restrukturisasi untuk menyelesaikan pembayaran hutang sehingga ke depan, Krakatau Steel semakin sehat dan tetap konsisten dalam memberikan kinerja terbaiknya, ” tutup Purwono.

Categories
Ekbis

Krakatau Steel TandaTangani Perjanjian Jual Beli Saham Dengan Chandra Asri Senilai Rp 3,24 Triliun

JAKARTA,Metapos.id – PT Krakatau Sarana Infrastruktur (“PT KSI”) yang merupakan Anak Usaha dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (“PTKS”) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Shares Sale and Purchase Agreement atau CSPA) dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (“Chandra Asri”) pada hari Jumat tanggal 30 Desember 2022, diikuti dengan penandatanganan Perjanjian Shareholders Agreement (SHA) pada hari Selasa tanggal 3 Januari 2023 bertempat di Jakarta. Kedua perjanjian tersebut tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT KSI Agus Nizar Vidiansyah dan Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra disaksikan oleh Direktur Utama PTKS Silmy Karim.

Agus Nizar Vidiansyah menyampaikan penandatanganan CSPA dan SHA tersebut merupakan rangkaian dari proses divestasi saham PT KSI pada anak perusahaannya yaitu PT Krakatau Daya Listrik (“PT KDL”) dan PT Krakatau Tirta Industri (“PT KTI”). Dalam CSPA disepakati rencana pembelian saham PT KSI di PT KDL oleh Chandra Asri adalah sebesar 70% dan saham PT KSI di PT KTI oleh Chandra Asri sebesar 49% dengan nilai total sebesar Rp. 3,24 Triliun. Proses divestasi ini dilakukan dengan didampingi oleh Jaksa Pengacara Negara dari Tim Jamdatun dan konsultan independen untuk memastikan proses divestasi sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik .

“Pembelian saham tersebut akan dilakukan setelah masing-masing pihak baik PT KSI maupun Chandra Asri telah memenuhi kondisi prasyarat sesuai dengan yang telah disepakati dalam CSPA. Sedangkan penandatanganan SHA adalah merupakan salah satu dari beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi dalam CSPA, oleh karenanya SHA tersebut belum menjadi efektif saat ini dan baru akan efektif setelah seluruh prasyarat telah terpenuhi, yaitu pada Tanggal Penutupan nanti,” jelas Agus Nizar Vidiansyah.

Lebih lanjut Agus Nizar Vidiansyah menyampaikan bahwa proses divestasi anak usaha PT KSI selain dilakukan untuk keperluan pemenuhan kewajiban PTKS sesuai dengan Perjanjian Kredit Restrukturisasi dengan kreditur juga guna mewujudkan sinergi bisnis antara Chandra Asri dan PT KS Grup.

Di lain pihak, Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra, menyampaikan bahwa Chandra Asri sangat antusias untuk mengeksekusi strategi “programmatic M&A” untuk memposisikan Chandra Asri pada pertumbuhan bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.

“Akuisisi “bolt-on” ini didukung dengan arus kas yang stabil dan tangguh serta dukungan dari bank untuk pendanaan Chandra Asri. Strategi ini semakin meningkatkan fundamental bisnis kami dan membuka banyak sinergi menarik, antara lain untuk diversifikasi pendapatan dalam utilitas.pendukung serta selaras dengan rencana ekspansi kompleks petrokimia kedua dan industri hilir berskala dunia,” ujar Erwin.

Erwin menambahkan bahwa pihaknya berharap kerja sama antara Chandra Asri dengan PT KSI maupun dengan PTKS Grup dapat terjalin lebih baik dan saling menguatkan pengembangan industri kedepannya.

Disamping itu, PT KDL saat ini tengah mengembangkan usaha dari energi terbarukan yang selaras dengan strategi Chandra Asri dalam menerapkan transisi energi hijau. PT KDL belum lama ini meluncurkan brand yang akan menaungi produk energi terbarukan bernama ERICS (Empowering Renewable Energy of Indonesia with Krakatau Solution) yang selama tahun 2022 ini sudah meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah area di Cilegon, Banten, termasuk di area waduk Kerenceng milik PT KTI. Chandra Asri saat ini juga mengimplementasikan transisi energi hijau sebagai bagian dari upaya Perusahaan dalam menerapkan peta jalan gas rumah kaca (GRK) serta untuk mendukung Nationally Determined Contribution (NDC) serta Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (Visi Indonesia 2050 LTS-LCCR).

Categories
Nasional

Chandra Asri Raih PROPER Hijau 2022 Dari Kementerian LHK

JAKARTA,Metapos.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menganugerahkan Penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2022 dengan predikat Hijau kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri). Tahun ini merupakan kedua kalinya Chandra Asri mendapatkan apresiasi tertinggi di bidang pengelolaan lingkungan hidup untuk pabriknya di Puloampel dan Ciwandan.

Kedua pabrik Chandra Asri ini dinilai telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan serta berkontribusi pada pengembangan masyarakat serta keanekaragaman hayati di sekitar area operasional perusahaan.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri, Suryandi mengatakan, “Kami bangga kembali menerima penghargaan PROPER Hijau dan memberikan apresiasi kepada Kementerian KLHK atas penghargaan ini. Penghargaan ini merupakan bentuk komitmen Chandra Asri terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan menerapkan green energy serta berkontribusi pada masyarakat dan keanekaragaman hayati di wilayah operasional yang juga merupakan hasil atas kerja keras seluruh karyawan kami.”


Menurut Suryandi, kriteria PROPER telah menjadi standar bagi Chandra Asri dalam menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan sebagai wujud pemenuhan terhadap perundangan untuk mengelola dampak lingkungannya. “PROPER juga mendorong peran aktif Perusahaan dalam memberikan kontribusinya pada masyarakat sekitar wilayah operasional. Dengan menerapkan kriteria PROPER, kami dapat mengimplementasikan prinsip tata Kelola lingkungan serta melibatkan peran serta masyarakat secara transparan dan berkelanjutan,” tambah Suryandi.


Dalam manajemen lingkungan, tahun ini Chandra Asri telah mengimplementasikan transisi energi hijau sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan peta jalan rumah kaca (GRK) dan mendukung Nationally Determined Contribution (NDC) dan Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (Visi Indonesia 2050 LTS-LCCR) yang merupakan strategi jangka panjang Indonesia untuk Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim.


Chandra Asri juga senantiasa berkontribusi tehadap kenanekaragaman hayati melalui Taman Kehati Asri binaan Perusahaan yang berlokasi di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Berdasarkan Data Keanekaragaman Taman Kehati Asri tahun 2022, terdapat sejumlah 407 tanaman dengan total 41 jenis tanaman dengan indeks keanekaragaman Hayati

Flora sebesar 2.95, naik dibandingkan indeks di tahun 2021 yang sebesar 2.89. Chandra Asri juga melakukan konservasi tanaman Kuya Batok (Cuora amboinensis) yang masuk kategori spesies Endangered atau terancam dalam daftar merah IUCN.
Terkait pemberdayaan masyarakat, Perusahaan bekerjasama dengan Villa Ternak mengembangkan program sistem peternakan terpadu, yaitu Beternak untuk Masyarakat Sejahtera dan Mandiri (BERSERI). Program ini berhasil mengelola timbunan sampah sebanyak 0,98 ton menjadi beberapa produk seperti Pupuk Kompos Asri “PUAS”, media tanam, dan Pupuk Cair. Chandra Asri memfasilitasi dalam peningkatan kapasitas kepada para mitra melalui pelatihan dan pendampingan peternakan, dan edukasi untuk mengurangi emisi melalui pengelolaan limbah kotoran ternak, dan mendorong pembuatan kandang ternak modern dengan bahan dari plastik dan baja ringan untuk mengurangi biaya perawatan.

Setelah dua tahun berturut-turut mendapatkan PROPER Hijau, Chandra Asri berkomitmen untuk mempertahankan pencapaian dan terus melakukan perbaikan proses dalam rangka memberikan dampak seminimal mungkin bagi lingkungan. Perusahaan berharap dapat meraih peringkat yang lebih baik lagi di masa mendatang untuk mewujudkan bisnis petrokimia yang berkelanjutan di Indonesia.

Categories
Ekbis

Chandra Asri Raih Penghargaan Tertinggi Platinum di Ajang SNI Award 2022

JAKARTA,Metapos.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia, meraih penghargaan Platinum sebagai penghargaan tertinggi dalam SNI Award Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Penghargaan di kategori Organisasi Besar Barang Sektor Kimia, Farmasi, Tekstil dan Pertambangan ini dianugerahkan kepada Chandra Asri karena Perusahaan dinilai konsisten menunjukkan komitmennya dalam menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mutu dan standar produknya. Dalam operasional bisnisnya, Chandra Asri menjalankan pengendalian mutu yang ketat untuk menjamin proses produksi dan kualitas produk yang dihasilkan selalu berada pada performa terbaiknya. Perusahaan juga secara proaktif menjalankan kepatuhan terhadap Manajemen Sistem, baik yang dipersyaratkan maupun yang sifatnya sukarela.

Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri, Edi Rivai mengatakan, “Sebagai pemimpin pasar dalam industri petrokimia nasional, penting bagi Chandra Asri untuk selalu memastikan mutu dan kualitas produk sesuai dengan SNI untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan produk terbaik. Kami terus menjaga komitmen kami dalam meningkatkan kinerja dan performa kepemimpinan untuk selalu fokus pada pelanggan, pengembangan sumber daya, serta pengelolaan produk dan hasil bisnis Perusahaan. Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk senantiasa menjalankan sistem manajemen operasional yang andal dengan menginterasikan nilai Environment, Social, Governance (ESG) guna menciptakan proses bisnis yang lebih berkelanjutan.”

Di tahun ini, Chandra Asri juga telah mengantongi mengantongi sertifikasi SNI 8887:2020, sebuah standar bagi bahan baku aplikasi pipa gas untuk produk jenis High Density Polypropylene (HDPE), Asrene®SP4808. Adanya produk SNI Chandra Asri akan memudahkan konsumen dalam memilih produk berkualitas yang aman bagi kesehatan dan lingkungan. Ke depannya, Chandra Asri juga akan mengajukan SNI Wajib bagi produk bahan baku dan barang jadi plastik.

SNI Award 2022 merupakan penghargaan yang diberikan Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang dimulai sejak 2005. Ajang ini telah dicanangkan menjadi The National Quality Award of Indonesia. Proses penilaian SNI Award dilakukan secara ketat dan proses yang cukup panjang, yaitu selama kurang lebih dalam kurun waktu setahun oleh tim evaluator yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya dan ditetapkan oleh dewan juri.

SNI Award merupakan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Republik Indonesia bagi organisasi yang menerapkan SNI secara konsisten, berkinerja tinggi, memiliki kemampuan mengelola dinamika perubahan dan melakukan transformasi yang diperlukan secara tepat.

Categories
Ekbis

Chandra Asri Jalin Kerja Sama Dengan Borouge Kembangkan Potensi Daur Ulang Limbah Polyolefin

JAKARTA,Metapos.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) dan Borouge perusahaan petrokimia terbesar di UEA menjalin kerjasama pengelolaan daur ulang limbah polyolefin serta kerjasama dalam pemasaran produk baru. Komitmen kerjasama yang telah ditandatangani sebelumnya tersebut kembali diumumkan di sela puncak kegiatan Business 20 (B20) di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

Hadir dalam pengumuman komitmen kerjasama tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Menteri KoordinatorBidangKemaritiman dan Investas iLuhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta CEO Masdar Mohammed Jameel Al Ramahi.

Kolaborasi dua perusahaan petrokimia ini memiliki dasar Inisiatif ekonomi sirkular bersama yang mencakup pengelolaan limbah poliolefin dan fasilitas daur ulang menjadi produk baru; serta peluang dalam pemasaran bersama dan inisiatif pengembangan pasar termasuk mengembangkan penerapan non-logam di segmen pasar tertentu dalam penggabungan minyak dan gas, otomotif, konstruksi, dan lain sebagainya, guna mempromosikan penggunaan polyolefin.

Menteri Negara Perdagangan Luar Negeri UAE, Ahmed Ali Al Sayegh mengatakan: “UEA dan Indonesia memiliki hubungan bilateral kuat yang ingin kami kembangkan untuk member manfaat bagi negara dan masing-masing perusahaan. UEA memiliki sejarah dalam mengembangkan proyek polyolefin yang sukses dan merupakan rumah bagi salah satu komplek polyolefin terbesar di dunia. Kami berharap dapat mengeksplorasi peluang baru untuk kolaborasi di sector petrokimia di mana permintaan global terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan populasi.”

Direktur Chandra Asri Edi Rivai, mengatakan, “Kami senang dapat mengeksplorasi peluang potensial bersama Borouge, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kami terhadap praktik bisnis petrokimia berkelanjutan melalui inisiatif ekonomi sirkular yang akan mencakup daur ulang polyolefin dan kegiatan pemasaran bersama yang baru. Ini sepenuhnya selaras dengan kerangka kerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), masterplan, dan operasional perusahaan, sebagai bagian dari perjalanan keberlanjutan kami.”

Chandra Asri telah melakukan berbagai inisiatif dalam bidang ekonomi sirkular antara lain program inisiatif Aspal Plastik untuk Indonesia Asri, Chandra Asri. Selainitu, pada tahun 2021, Chandra Asri meresmikan Industri Pengelolaan SampahTerpadu – Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST ASARI) di kota Cilegon, dengan kolaborasi bersama masyarakat setempat dalam pengelolaannya. Ada pula kegiatan mengumpulkan sampah plastik di laut dan dari kegiatan rumah tangga bersama para nelayan dan warga di wilayah Anyer, Serang bernama SAGARA. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dikonversi menjadi tabungan warga atau bahan bakar bagi nelayan untuk melaut. Chandra Asri juga turutmendukung program Jakarta Recycle Center (JRC) yang merupakan program dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta di Pesanggrahan, Jakarta.

Dukungan dari Chandra Asri dalam program ini diberikan dalam bentuk edukasi kepada warga, penyediaan kantong plastik sampah terpilah, mesin pencacah sampah organik, dan beberapafasilitaslainnya. Dampakdari program ini dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA Bantar gebang hingga 80% dari wilayah yang di intervensi langsung oleh Chandra Asri.

Melalui program ekonomi sirkular di tahun 2021, Chandra Asri telah berkontribusi dalam mengelola lebih dari 167 ton sampah plastik menjadi campuran jalan aspal yang berkekuatan lebih baik dari aspal konvensional dan konversi pirolisis BBM Plus untuk bahan bakar perahu nelayan.

Selain penerapan ekonomi sirkular, Chandra Asri mulai beralih pada energi terbaharukan melalui solar panel sebagai penyedia energi untuk admin building, gedung workshop dan electric forklift untuk operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan juga melakukan investasi lingkungan dengan pembangunan teknologi suar tanpa asap atau Enclosed Ground Flare untuk meminimalkan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas operasional pabrik. Tujuannya adalah untuk menjaga Indonesia yang asri di masa depan.

Categories
Ekbis

Chandra Asri Raup Pendapatan Bersih 1,947 Miliar Dolar As Di 9M-2022

JAKARTA,Metapos.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggapai pendapatan bersih sebesar 1,947
miliar dolar AS di kuartal III-2022. Posisi itu mengalami kenaikan 3,5 persen dari porsi 1,881 miliar dolar AS di periode yang sama tahun sebelumnya.


Adapun posisi EBITDA perseroan mencapai 11,1 juta dolar AS di kuartal III-2022.Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Suryandi menyebutkan, sampai dengan 9M-2022,keadaan makro ekonomi global masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.


Perseroan menghadapi tantangan eksternal selama 9 bulan tahun 2022 dari harga minyak mentah yang tetap tinggi rata-rata di atas US$100 per barel (sekitar 51% lebih tinggi dari 9 bulan tahun 2021) sebagai akibat dari ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Selain itu, terdapat permintaan yang rendah dari China karena lockdown COVID-19, dan efek musiman Lebaran. Sementara itu, spread produk tetap rendah dan pada akhirnya menghasilkan keuntungan dan margin yang terkompresi.


Dengan tantangan yang berat itu, membuat beban pokok pendapatan meningkat 24,3 persen menjadi US$ 1.956,5 juta di 9M-2022, dari posisi US$ 1.574,4 juta pada 9M-2021.
Chandra Asri terus pertahanan neraca keuangan yang sehat dan kuat
Suryandi menegaskan, Dalam masa yang tidak pasti ini, Perseroan terus mempertahankan kebijakan keuangan yang hati-hati untuk mengatasi volatilitas sambil mempertahankan neraca
yang kuat, dengan liquidity pool sebesar US$2,285.9 juta yang terdiri dari US$1,144.4 juta kas dan setara kas, US$798.8 juta surat berharga, dan US$342.7 juta fasilitas committed revolving credit yang tersedia.


“Fundamental yang kokoh menempatkan Chandra Asri pada posisi yang kuat untuk menavigasi melalui ketidakpastian yang sedang berlangsung dan untuk menangkap peluang yang muncul,”
jelas dia.


Selama kuartal ketiga, Perseroan telah melunasi seluruh sisa Pinjaman JBIC untuk merampingkan komitmen keuangan dan menyelaraskan persyaratan fasilitas pembiayaan yang ada.Perseroan juga terus mendapat dukungan kuat dari pasar modal dengan kelebihan pemesanan (oversubscription) atas penerbitan obligasi senilai Rp2 triliun dan kesuksesan pelaksanaan pemecahan saham dengan rasio 1:4 untuk meningkatkan likuiditas saham kami.


Bank mitra utama perseroan juga terus menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental bisnis kami, dengan kemitraan fasilitas pinjaman berjangka senilai US$100 juta dari Bank OCBC NISP

Categories
Ekbis

Lewat Kolaborasi Dengan DLH Dki Jakarta, Chandra Asri Bantu Atasi Permasalahan Sampah Di Dki Jakarta

JAKARTA,Metapos.id – Jakarta Recycle Center (JRC), sebuah program pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan didukung oleh PT Chandra Asri Petrochemica Tbk telah menarik perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pada 5 Oktober 2022, Anis Baswedan
mengunjungi Kecamatan Pesanggarahan, Jakarta Selatan untuk meninjau langsung pelaksanaan JRC didampingi oleh Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto dan Direktur Legal & External Affairs PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Edi Rivai sebagai pihak yang berkolaborasi dalam program ini.


Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan, program JRC ini merupakan hasil dari kolaborasi dari berbagai stakeholder dalam hal pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Selama tahun 2021, total sampah bernilai (organik & anorganik) yang terkelola dalam program JRC ini sebesar 213 ton.


“Dalam menangani persoalan sampah di Ibu Kota dibutuhkan kontribusi dari seluruh pihak bukan hanya dari Pemerintah Daerah. Salah satu pihak swasta yang terlibat dalam pengelolaan sampah di DKI Jakarta adalah Chandra Asri. Kolaborasi Kami dengan Chandra Asri dalam program ini sudah berjalan sejak 2020
hingga sekarang,” tambah Asep Kuswanto.

Adapun dalam dua tahun terakhir, kontribusi Chandra Asri dalam program JRC ini diantaranya: pemberian
fasilitas kantong pilah 3 warna, cetakan print silinder, poster jadwal pemilahan sampah, booklet pemilahan sampah, tempat sampah ukuran 660 liter, dan mesin cacah organik.


Fasilitas kantong pilah dari Chandra Asri terbuat dari 100% plastik polietilena (PE) daur ulang yang dicetak dengan 3 warna berbeda: (1) Biru: daur ulang, (2) Merah: B3, (3) Abu-abu: residu. Warna tersebut
merupakan hasil survey kepada ibu-ibu dan warga setempat. Dalam produksi kantong tersebut, Chandra Asri bekerjasama dengan Indonesia Plastic Recyclers (IPR) sehingga dalam perkembangannya, hasil sampah yang didistribusikan dari program JRC ke IPR dikembalikan dalam bentuk kantong pilah ini.

Direktur Legal & External Affairs Chandra Asri, Edi Rivai, mengatakan, keterlibatan Chandra Asri dalam program JRC ini adalah wujud komitmen Perusahaan dalam menjadi mitra pertumbuhan yang dapat diandalkan untuk mencipta dan mengupayakan solusi-solusi pengelolaan sampah yang aplikatif dan bijaksana.


“Intervensi kantong pilah oleh Chandra Asri dan edukasi yang intensif bersama DLH DKI Jakarta untuk komplek percontohan Ozone, telah memberikan dampak sebesar 80% sampah tidak terbuang ke TPST
Bantergebang,” ujar Edi Riva’i.
Prestasi baik ini dipublikasikan dalam bentuk paper jurnal untuk dipublikasikan Internasional melalui kerjasama dengan Universitas Indonesia. Status submit ke Jurnal Heliyon, Publisher Cell Press saat ini
sedang dalam proses review untuk dipublikasikan Internasional.

Hal ini juga diperkuat oleh testimoni
warga yang menyatakan bahwa dengan adanya kantong pilah dapat membantu mereka dalam pemilahan sampah dari rumah masing-masing