Tuesday, September 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Suhu Panas Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia, BMKG Beberkan Penyebab dan Prediksi Beberapa hari Ke Depan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
21 October 2025
in Nasional
Suhu Panas Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia, BMKG Beberkan Penyebab dan Prediksi Beberapa hari Ke Depan

Metapos.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas ekstrem dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh kombinasi gerak semu Matahari dan pengaruh Monsun Australia. Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

 

BACA JUGA

Anak Krakatau Erupsi, Benarkah Picu Megathrust?

Survei Opini Publik: Bagaimana Cara Mengukur Suara Rakyat?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa gerak semu Matahari yang saat ini berada di selatan ekuator menjadi penyebab utama peningkatan suhu udara. Selain itu, penguatan angin timuran (Monsun Australia) membawa massa udara kering dan hangat, menyebabkan minimnya pembentukan awan dan meningkatnya radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi.

 

Posisi Matahari ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan—seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua—menerima penyinaran lebih intens, sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah,” ujar Guswanto di Jakarta, Rabu (15/10).

 

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menambahkan, hasil pengamatan menunjukkan suhu maksimum di atas 35°C meluas di hampir seluruh wilayah Indonesia. Daerah paling terdampak mencakup Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

 

Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Sehari kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT), sebelum kembali meningkat pada 14 Oktober dengan rentang 34–37°C di berbagai wilayah. Majalengka dan Boven Digoel (Papua) mencatat rekor tertinggi 37,6°C.

 

Konsistensi tingginya suhu maksimum di berbagai daerah menunjukkan kondisi atmosfer yang kering dan dominasi massa udara panas, dengan tutupan awan yang sangat minim,” jelas Andri.

 

Meskipun cuaca panas masih dominan, BMKG memprediksi potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif tetap dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.

 

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, memperbanyak asupan cairan, dan menghindari paparan langsung sinar matahari terlalu lama, terutama pada siang hari. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang.

Tags: BMKGcuaca panasMetapos.idsuhu
Previous Post

Lark dan MPPA Bersinergi Hadirkan Solusi Digital untuk Perkuat Operasional Hypermart

Next Post

Prabowo Arahkan Sebagian Uang Korupsi CPO Rp 13 Triliun untuk Beasiswa LPDP

Related Posts

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pakar menjelaskan apakah aktivitas vulkanik bisa memicu gempa megathrust Selat Sunda.
Nasional

Anak Krakatau Erupsi, Benarkah Picu Megathrust?

7 September 2026
Survei Opini Publik: Bagaimana Cara Mengukur Suara Rakyat?
Nasional

Survei Opini Publik: Bagaimana Cara Mengukur Suara Rakyat?

7 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Nasional

Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Soetta

7 September 2026
Erupsi Anak Krakatau, Kapan Penyeberangan Merak-Bakauheni Harus Berhenti?
Nasional

Erupsi Anak Krakatau, Kapan Penyeberangan Merak-Bakauheni Harus Berhenti?

7 September 2026
Polri Perkuat Kesiagaan, 299 Personel Hadapi Erupsi Anak Krakatau
Nasional

Polri Perkuat Kesiagaan, 299 Personel Hadapi Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026
Empat Bandara Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Nasional

Empat Bandara Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

7 September 2026
Next Post
Prabowo Arahkan Sebagian Uang Korupsi CPO Rp 13 Triliun untuk Beasiswa LPDP

Prabowo Arahkan Sebagian Uang Korupsi CPO Rp 13 Triliun untuk Beasiswa LPDP

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini