Saturday, May 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Subsidi Elpiji Berkurang Rp17 Triliun Tahun Depan, Harga Gas Bakal Naik?

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 September 2022
in Ekbis
Subsidi Elpiji Berkurang Rp17 Triliun Tahun Depan, Harga Gas Bakal Naik?

JAKARTA,Metapos.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa pemerintah menganggarkan Rp117,4 triliun untuk subsidi elpiji tabung 3 Kg dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2023.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan bujet tersebut akan dialokasikan untuk 8 juta metrik ton gas pada tahun depan.

BACA JUGA

Investasi EV Bikin Honda Rugi Rp42 Triliun di Tahun Fiskal 2025

Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran

“Anggaran subsidi elpiji 3 Kg pada 2023 direncanakan sebesar Rp117,4 triliun,” ujarnya saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 12 September.

Dari pemaparan Febrio diketahui bahwa nilai tersebut menurun sekitar Rp17,3 triliun dari jumlah subsidi elpiji 2022 yang sebesar Rp134,7 triliun sesuai dengan Perpres 98 Tahun 2022. Adapun, outlook subsidi elpiji tahun ini diperkirakan hanya sebesar Rp129,7 triliun.

Anak buah Sri Mulyani itu menegaskan jika pemerintah berkomitmen melakukan skema penyaluran yang lebih tepat sasaran untuk komoditas energi ini. Pasalnya, skema yang digunakan sekarang bersifat terbuka sehingga setiap orang bisa mengakses elpiji 3 Kg secara masif.

“Pemerintah akan mengoptimalkan penyaluran elpiji bersubsidi dengan terintegrasi bansos kartu sembako,” tuturnya.

Selain itu, penguatan pendistribusian di lapangan akan semakin ditingkatkan pada 2023 melalui penguatan sistem data digital.

“Pelaksanaan transformasi subsidi elpiji 3 Kg akan dilakukan bertahap dengan memperhatikan kondisi pemulihan ekonomi dan kesiapan basis data serta daya beli masyarakat,” tegas Febrio.

Tags: BkFElpiji gasMetapos.id
Previous Post

RI Akan Akusisi Tambang Luar Negeri

Next Post

Kadin: Dalam Jangka Panjang, Indonesia Harus Lepas Ketergantungan BBM Bersubsidi

Related Posts

Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Ekbis

Investasi EV Bikin Honda Rugi Rp42 Triliun di Tahun Fiskal 2025

14 May 2026
Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran
Ekbis

Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran

14 May 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik
Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik

13 May 2026
Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik

13 May 2026
IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global
Ekbis

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

13 May 2026
Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global
Ekbis

Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global

13 May 2026
Next Post
Kadin: Dalam Jangka Panjang, Indonesia Harus Lepas Ketergantungan BBM Bersubsidi

Kadin: Dalam Jangka Panjang, Indonesia Harus Lepas Ketergantungan BBM Bersubsidi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini