Friday, July 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Subsidi BBM Sebaiknya Dialihkan untuk Perbaiki Produktivitas

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
25 October 2022
in Ekbis
Perkuat Peran Pemda dalam Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kemendagri

Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

JAKARTA,Metapos.id – Pemberian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah tak hanya mendatangkan manfaat positif namun di sisi lain juga membuat masyarakat terlena.

Peneliti Senior Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Prof. Ali Munhanif mengatakan, subsidi BBM dapat membuat masyarakat terlena dan jauh dari kata mandiri.

BACA JUGA

Bank Mandiri Taspen Buka Suara soal Aksi Nasabah di Purwokerto

Nasib Anggaran MBG 2027 Belum Final, Menkeu Sebut Masih dalam Pembahasan

“BBM (yang disubsidi) dapat membuat masyarakat terlena dan jauh dari kata mandiri. Selain itu, BBM yang disubsidi tidak sesuai dengan target yang diharapkan,” ujarnya dalam diskusi bertajuk ‘Harga BBM berkeadilan Subsidi Tepat Sasaran’ yang dikutip Selasa 25 Oktober.

Ia menambahkan, naiknya harga BBM juga dikarenakan pembelokan subsidi ke pembangunan infrastruktur dan program pemerintah untuk membangun pendidikan dan kesehatan lebih baik lagi.

Sementara itu Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah, Surya Vandiantara mengungkapkan sering terjadi mispersepsi seolah subsidi BBM yang digantikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menurutnya, BLT adalah stimulus perangsang pertumbuhan ekonomi yang daat mendorong masyarakat yang awalnya konsumtif menjadi produktif.

“Kunci utama dalam meningkatkan ekonomi adalah memperbaiki produktifitas masyarakat dengan mengalihkan anggaran subsidi BBM. Untuk memperbaiki produktivitas masyarakat dapat dilakukan dengan membuat gardu listrik,” lanjutnya.

Surya berpendapat, efisiensi anggaran juga perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas nasional.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lutfi Hakim mengatakan, apabila subsidi BBM dicabut, maka masyarakat akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga dapat menurunkan daya beli masyarakat. Untuk itu dirinya meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap penyaluran subsidi BBM.

“BLT hanya didapatkan oleh masyarakat dalam beberapa bulan sedangkan dampak dari kenaikan BBM bisa bertahun-tahun dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, Pemerintah harus melakukan pengawasan yg ketat terkait subdisi BBM,” tegasnya.

Di sisi lain Mantan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono berpendapat, strategi perekonomian Indonesia dapat tumbuh karena konsumsi bukan tumbuh karena produksi. Untuk itu, menurutnya, bukan hanya infrastruktur yang dibangun, namun SDM yang ada juga harus berkembang.

“Sama dengan apa yang dikatakan Ali Munhanif, bahwa subsidi BBM disalurkan ke subsidi lainnya yaitu BLT. Diharapkan dengan adanya BLT dapat tersalurkan sesuai dengan target,” pungkasnya.

Tags: BBMMetapos.id
Previous Post

BSI dan BSI Maslahat Bantu UMKM di Sumatera Barat

Next Post

Pemerintah Terus Gaungkan Reformasi Sektor Keuangan Melalui RUU P2SK

Related Posts

Bank Mandiri Taspen Buka Suara soal Aksi Nasabah di Purwokerto
Ekbis

Bank Mandiri Taspen Buka Suara soal Aksi Nasabah di Purwokerto

9 July 2026
Nasib Anggaran MBG 2027 Belum Final, Menkeu Sebut Masih dalam Pembahasan
Ekbis

Nasib Anggaran MBG 2027 Belum Final, Menkeu Sebut Masih dalam Pembahasan

8 July 2026
Sentimen Global Dongkrak Perdagangan Olein dan Timah di JFX
Ekbis

Sentimen Global Dongkrak Perdagangan Olein dan Timah di JFX

8 July 2026
PEFINDO Optimistis Pasar Surat Utang Korporasi Tetap Tumbuh pada 2026
Ekbis

PEFINDO Optimistis Pasar Surat Utang Korporasi Tetap Tumbuh pada 2026

8 July 2026
Semester I-2026, Defisit APBN Sentuh Rp196,5 Triliun, Begini Penjelasan Menkeu
Ekbis

Semester I-2026, Defisit APBN Sentuh Rp196,5 Triliun, Begini Penjelasan Menkeu

7 July 2026
Home Credit Hadir di Jakarta Fair 2026, Tawarkan Pembiayaan Tanpa Kartu Kredit
Ekbis

Home Credit Hadir di Jakarta Fair 2026, Tawarkan Pembiayaan Tanpa Kartu Kredit

6 July 2026
Next Post
Pemerintah Terus Gaungkan Reformasi Sektor Keuangan Melalui RUU P2SK

Pemerintah Terus Gaungkan Reformasi Sektor Keuangan Melalui RUU P2SK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini