Wednesday, May 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Sri Mulyani Ajak Investor Berinvestasi di Pembiayaan Hijau Indonesia

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
14 September 2022
in Ekbis
Sri Mulyani: Eselon I Kementerian Keuangan Harus Mengajar di STAN

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani secara khusus mengundang investor dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi dalam pembiayaan hijau yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Menurut dia, Indonesia telah berinovasi dengan merilis berbagai skema pembiayaan ramah lingkungan untuk mendukung pembangunan hijau, seperti green sukuk yang berbasis syariah dan sustainable development goals (SDG) bonds.

BACA JUGA

Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

“Saya ingin mengundang anda semua untuk mempelajari dan berpartisipasi dalam pembiayaan yang inovatif ini,” ujar di forum HSBC Summit 2022 pada Rabu, 14 September.

Dalam catatan redaksi, Indonesia menjadi salah satu negara terdepan di dunia yang mengembangkan instrumen pembiayaan hijau berbasis syariah. Tercatat bahwa hingga saat ini sudah ada dua produk green sukuk yang bernilai total 3,5 miliar dolar AS untuk pasar mancanegara dan Rp11,8 triliun di dalam negeri.

Lebih lanjut, Menkeu menerangkan pula jika dukungan pemerintah terhadap ekonomi hijau dibuktikan dengan rencana pemajakan karbon di dalam negeri.

“Kami juga memperkenalkan pajak karbon, khususnya untuk mendukung dunia usaha yang memiliki dampak karbon rendah,” tuturnya.

Meski demikian, bendahara negara mengaku skema pajak karbon belum dapat diterapkan karena masih dalam kajian implementasi mendalam.

“Perlu kalibrasi ulang secara terus-menerus karena hal ini (pajak karbon) dianggap masih memiliki dampak bagi pemulihan ekonomi nasional, apalagi setelah masa pandemi dan kini ada tenanan dari sisi suplai bahan pangan serta krisis energi,” jelas dia.

Tags: InvestorKemenkeuMetapos.idSri Mulyani
Previous Post

Strategi Mendag Zulkifli Hasan Jaga Stabilitas Harga Ayam

Next Post

Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan dengan Beli 1,2 Juta Ton Beras dari Petani Via Bulog

Related Posts

Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia
Ekbis

Pasar Modal Indonesia Gelar Donor Darah dan Edukasi Talasemia

5 May 2026
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah
Ekbis

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

5 May 2026
Transjakarta Blok M–Soetta Segera Beroperasi, Pramono Pastikan Tarif Terjangkau
Ekbis

SPBU Tak Jual Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina Soal Status Signature

5 May 2026
Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya
Ekbis

Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya

5 May 2026
Harga BBM Non Subsidi Naik, Pertamina, BP, dan Vivo Kompak Sesuaikan Tarif
Ekbis

Harga BBM Non Subsidi Naik, Pertamina, BP, dan Vivo Kompak Sesuaikan Tarif

5 May 2026
Dolar AS Tembus Rp17.400, Rupiah Tertekan di Awal Mei 2026
Ekbis

Dolar AS Tembus Rp17.400, Rupiah Tertekan di Awal Mei 2026

5 May 2026
Next Post
Jerman Tertarik Investasi Sektor Infrastruktur dan Energi

Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan dengan Beli 1,2 Juta Ton Beras dari Petani Via Bulog

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini