Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Soal Pedagang Pasar Tanah Abang Minta Tutup E-commerce, Menkop Teten: Itu Hanya Ekspresi Kemarahan Mereka

metaposmedia by metaposmedia
12 October 2023
in Ekbis
Soal Pedagang Pasar Tanah Abang Minta Tutup E-commerce, Menkop Teten: Itu Hanya Ekspresi Kemarahan Mereka

Jakarta,Metapos.id – Para pedagang di Pasar Tanah Abang meminta pemerintah agar segera menutup platform e-commerce, seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Hal ini dikarenakan sepinya penjualan di Pasar Tanah Abang semenjak adanya layanan e-commerce tersebut.

Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, pemerintah tidak akan menutup e-commerce karena transaksinya sendiri sudah diatur. Dia menilai, bahwa hal tersebut hanya bentuk kemarahan pada pedagang karena produknya sepi pembeli.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Ya, itu (ditutup) enggak benar, itu ekspresi kemarahan mereka karena produk UMKM yang dijual offline, salah satunya di Pasar Tanah Abang tidak bisa bersaing dengan masuknya barang online,” kata Teten kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 11 Oktober.

Teten menilai, alasan sepinya pembeli di Pasar Tanah Abang bukan karena metode penjualannya, baik secara online maupun offline. Sebab, mereka juga sudah menjual produknya di semua channel e-commerce, namun memang tetap belum bisa bersaing.

“Jadi, sebenarnya masalahnya bukan di online dan offline, karena mereka itu jual produknya di semua channel e-commerce, termasuk mereka melakukan live shopping. Tetapi, kan, live shopping enggak menggunakan influencer figur, jadi tetap enggak bisa bersaing, enggak ada penontonnya,” ucapnya.

Hingga saat ini, kata Teten, sebanyak 22 juta UMKM sudah berjualan secara online. Namun, tak sedikit pula yang bisa bertahan karena kalah bersaing di pasaran.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah tengah mengkaji tiga langkah strategis terkait permasalahan tersebut. Pertama, mengatur soal tata kelola platform digitalnya. Dalam hal ini, pemerintah sudah memisahkan antara e-commerce dan social media.

“Sehingga, dengan langkah ini diharapkan tidak ada monopoli juga,” tuturnya.

Lalu, upaya kedua adalah pemerintah mengatur arus masuk barang impor. Langkah ketiga adalah pengetatan perdagangan secara online.

Tags: E-commerceMenkop tetenMetapos.idPasar tanah Abang
Previous Post

Pemerintah RI Berencana Bangun Proyek Estate Sugar Cane

Next Post

Resmi Tersertifikasi ISCC untuk Produk Berkelanjutan, Chandra Asri Siap Hasilkan Produk Berbasis Bio

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Resmi Tersertifikasi ISCC untuk Produk Berkelanjutan, Chandra Asri Siap Hasilkan Produk Berbasis Bio

Resmi Tersertifikasi ISCC untuk Produk Berkelanjutan, Chandra Asri Siap Hasilkan Produk Berbasis Bio

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini