Wednesday, April 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
Home Industri

Rugikan Industri Petrokimia, BM O Persen Bahan Baku dari UEA Harus diTunda

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
28 June 2022
in Industri
Trilene RI20HC02 Milik PT Chandra Asri Resmi Bersertifikasi Medis

Metapos, Jakarta – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) melaksanakan perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement / IUAE-CEPA).

Celakanya, UEA mengajukan opsi penurunan bea masuk (bisa sampai nol) untuk produk dengan kode HS 39. Kode tersebut adalah untuk bahan baku plastik di industri petrokimia.

BACA JUGA

Pertamina Satukan Patra Niaga, KPI, dan PIS dalam Subholding Hilir

ASPADIN dan DPR Jelaskan Fakta Ilmiah di Balik Isu Sumber Air Minum Dalam Kemasan

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz mengatakan bahwa setiap perjanjian bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan selalu cenderung bersifat win – win.

“Jika ada indikasi merugikan bagi Indonesia, dan nilainya signifikan sebaiknya pemerintah harus membuying timekan hasil perundingan, misal dengan menunda atau pelaksanaannya atau di bidang yang menurut kita akan menekan pertumbuhan industri dalam negeri,” ungkap Fauzi

Mantan Dirjen IKM ini berpendapat bahwa kerja sama FTA tidak harus bicara trade, tapi lebih pas jika dirancang membangun kolaborasi dalam kerjasama investasi. Request dari Indonesia adalah joint venture Investasi di proyek substitusi impor. Jadi basenya adalah industrial cooperation antara UEA dan Indonesia.

“Kalau free trade yang akan seperti itu. Jadi master agreementnya kerjasama investasi. Dan output dari kerjasama investasi adalah ekspor dan mencukupi kebutuhan dalam negeri. sebaiknya strateginya diubah dari situ masuk isu local content dan yang masih belum akan diproduksi di dalam negeri bisa diberikan tarif 0%. Jujur, Indonesia butuh dana investasi dari UEA. Kalau joint venture pasti mereka mau,” tukas Fauzi Aziz.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bima Yudhistira mengatakan klausul UEA agar Indonesia menurunkan bea masuk bahan baku plastik masih dapat dikaji dengan melihat sejumlah indikator.

“Masih terbuka peluang untuk negosiasi. Kendatipun ada permintaan supaya bea masuk dikurangin, tetapi kalau melihat kebutuhan dalam negeri, jangan sampai kontradiksi dengan rencana perluasan industri di Indonesia,” kata Bhima.

Menurutnya, sejumlah klausul masih bisa dikaji lebih dalam, seperti ongkos produksi serta beberapa potensi kehilangan investasi, yang dinilai diperhitungkan secara hati-hati dalam perundingan dengan UEA.

Selain itu, kata Bhima, posisi tawar Indonesia untuk melobi UEA untuk membangun pabrik petrokimia di Tanah Air sulit karena negara tersebut memiliki sumber yang melimpah untuk industri tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia berpotensi kebanjiran bahan baku plastik dari UEA. Sebab, rencana penurunan bea masuk komoditas itu ke RI diprediksi bisa mendongkrak impor bahan baku plastik dari UEA sekitar 50 persen.

Tags: IndustriMetaposPetrokimia
Previous Post

Digitalisasi Pasar Perumnas Klender oleh Bank DKI

Next Post

Redam Misselling, AAJI Dorong MDRT Jadi Role Model Tenaga Pemasaran

Related Posts

Transjakarta Blok M–Soetta Segera Beroperasi, Pramono Pastikan Tarif Terjangkau
Industri

Pertamina Satukan Patra Niaga, KPI, dan PIS dalam Subholding Hilir

5 February 2026
ASPADIN dan DPR Jelaskan Fakta Ilmiah di Balik Isu Sumber Air Minum Dalam Kemasan
Industri

ASPADIN dan DPR Jelaskan Fakta Ilmiah di Balik Isu Sumber Air Minum Dalam Kemasan

31 October 2025
Ofero & Katros Garage Luncurkan Stareer 3 Lit: Sepeda Listrik Multifungsi dengan Nuansa Personal
Industri

Ofero & Katros Garage Luncurkan Stareer 3 Lit: Sepeda Listrik Multifungsi dengan Nuansa Personal

12 September 2025
Indonesia Pacu Transisi Energi Sektor Transportasi Lewat Biofuel dan Kendaraan Listrik
Industri

Indonesia Pacu Transisi Energi Sektor Transportasi Lewat Biofuel dan Kendaraan Listrik

11 September 2025
Mengubah Panas Bumi Menjadi Kehidupan: Inovasi PGE Tingkatkan Ekonomi Petani Kopi Kamojang
Industri

Mengubah Panas Bumi Menjadi Kehidupan: Inovasi PGE Tingkatkan Ekonomi Petani Kopi Kamojang

11 August 2025
Kapolri Pantau Titik Api Via Udara, Cek Kesiapan Penanganan Karhutla di Riau
Industri

Kapolri Pantau Titik Api Via Udara, Cek Kesiapan Penanganan Karhutla di Riau

24 July 2025
Next Post
Redam Misselling, AAJI Dorong MDRT Jadi Role Model Tenaga Pemasaran

Redam Misselling, AAJI Dorong MDRT Jadi Role Model Tenaga Pemasaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini